– Agustus 2026: Diprediksi sebagai Puncak Musim Kemarau yang terjadi serentak di 90 persen wilayah Jawa Barat.
Rekomendasi Strategis: Menjaga Ketahanan Pangan dan Energi
Guna meminimalisasi dampak domino dari kekeringan panjang ini, BMKG mendesak pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk segera melakukan langkah nyata:
– Sektor Energi & Air Bersih: Mempercepat rehabilitasi embung dan tampungan air. Elevasi air di bendungan utama harus dijaga ketat agar tetap mampu menggerakkan turbin PLTA guna menghindari krisis listrik.
Baca Juga:Garut Genjot SLG Kesiapsiagaan Bencana, BMKG: Kita Punya Waktu Emas 6 DetikStrategi Cerdas Petani Hadapi Kemarau 2026: Hemat Air 20% lewat Inovasi Pipa Paralon AWD
– Sektor Pertanian: Petani diimbau keras untuk disiplin dalam kalender tanam. Sangat disarankan untuk menghindari penanaman padi di bulan Agustus dan beralih ke komoditas palawija yang jauh lebih tahan terhadap minim air.
– Kesehatan & Mitigasi Karhutla: Mewaspadai lonjakan kasus ISPA akibat debu dan asap kebakaran hutan. Masyarakat juga diminta menjaga kualitas sanitasi meski pasokan air berkurang drastis.
”Penghematan air harus dimulai dari level rumah tangga sekarang juga. Pemerintah daerah pun perlu menyiapkan skenario sumur bor darurat di titik-titik rawan krisis,” tutup Vivi.(*)
