Aksi Humanis KDM: Menambal Celah Kemanusiaan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuktikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Saat meninjau rumah Ibu Lis Mulyani—seorang penjahit yang tinggal di hunian memprihatinkan—KDM menunjukkan sisi humanisnya.
Mengetahui Lis berjuang keras menghidupi keluarga lewat jahitan, KDM secara spontan melipatgandakan bantuan yang ada.
“Pak Menteri sudah bantu Rp20 juta untuk rumah, insyaallah saya pribadi tambah Rp20 juta lagi. Tapi uang ini khusus untuk modal usaha menjahit Ibu. Saya ingin rumahnya bagus, dapurnya ngebul, dan usahanya maju,” ujar KDM yang langsung disambut tangis haru sang penjahit.
Baca Juga:Menteri Ara Luncurkan Gentengisasi Nasional: Rumah Rakyat Tak Boleh Panas, UMKM Jatiwangi Diguyur Rp12,6 MKunci 3 Juta Rumah Prabowo: Menteri Ara Maksimalkan KUR dan FLPP BRI Lawan Jerat Tengkulak
Efek Domino bagi Ekonomi Daerah
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang turut mendampingi kedua tokoh tersebut, mengapresiasi langkah cepat pusat dan provinsi.
Di Kabupaten Bandung saja, alokasi BSPS menyasar 966 unit rumah tidak layak yang tersebar di 63 desa di 23 kecamatan.
Program ini bukan sekadar urusan papan. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan toko bangunan desa, bedah rumah ini menjadi stimulus ekonomi (multiplier effect) yang kuat di tengah tantangan ekonomi global.
Langkah di Katapang ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kolaborasi antara Menteri PKP dan Gubernur Jabar siap mengubah wajah kemiskinan menjadi kemandirian ekonomi. (*)
