Melalui rangkaian kegiatan selama enam hari, Pekan Sastra Cirebon 2026 mempertemukan sastrawan, seniman, komunitas, dan masyarakat dalam percakapan mengenai perkembangan sastra serta dinamika kebudayaan. Menurut ketua pelaksana, Tegar Pamungkas, gagasan Megatruh menjadi landasan untuk melihat tradisi sebagai sumber penciptaan yang terus bergerak melalui penafsiran, perjumpaan, dan pembaruan bentuk artistik.
“Megatruh adalah metafora keterlepasan dan perjumpaan. Filosofi ini kami pakai untuk membaca kebudayaan Cirebon agar tidak jalan di tempat”, pungkas Tegar. (*)
