CIREBONINSIDER.COM — Pekan Sastra Cirebon 2026 menghadirkan Pameran Naskah Kuno sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 1–6 November 2026. Pameran ini mengajak masyarakat mengenal kembali warisan literasi Cirebon melalui naskah-naskah yang merekam pengetahuan, pandangan hidup, tradisi, serta perjalanan sejarah masyarakat.
Pameran tersebut dikuratori Farihin dan Izhar, yang menempatkan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan sekaligus bagian dari ingatan kebudayaan. Melalui pameran ini, pengunjung diajak melihat bagaimana pemikiran dan pengalaman masyarakat masa lalu direkam dalam bentuk tulisan dan visual, diwariskan lintas generasi, serta tetap memiliki relevansi bagi kehidupan masa kini.
Dalam perspektif kuratorial, naskah kuno menyimpan lapisan pengetahuan yang dapat dibaca kembali melalui berbagai pendekatan.
Baca Juga:Pekan Sastra Cirebon 2026 'Megatruh' Ditutup Bedah Buku, Diskusi Sastra, dan Malam PuisiStafsus Menteri Kebudayaan Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia dari Komunitas hingga Industri Perbukuan Dunia
“Naskah kuno merupakan jejak pemikiran masyarakat pada zamannya. Di dalamnya tersimpan pengetahuan tentang kehidupan, tradisi, bahasa, dan cara manusia memahami dunia. Membacanya kembali berarti membuka kesempatan untuk berdialog dengan pengalaman masa lalu dan menemukan relevansinya bagi kehidupan sekarang,” demikian rumusan kuratorial Farihin dan Izhar.
Pameran ini juga mengingatkan pentingnya pelestarian naskah sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan kebudayaan Cirebon. Upaya tersebut mencakup pendokumentasian, penelitian, pengkajian, penerjemahan, hingga digitalisasi agar kandungan pengetahuan di dalamnya dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas.
Dalam kaitannya dengan tema Pekan Sastra Cirebon 2026, “Megatruh: Keterlepasan dan Transformasi Sastra Lisan”, pameran naskah kuno membuka ruang untuk memahami perjalanan pengetahuan dan ekspresi kebudayaan dari satu medium ke medium lainnya. Tradisi tulis dan tradisi lisan memiliki hubungan yang saling berkelindan dalam membentuk ingatan kolektif masyarakat.
Melalui pameran ini, Pekan Sastra Cirebon 2026 berharap warisan naskah kuno semakin mendapat perhatian sebagai sumber pengetahuan, inspirasi penciptaan, dan bahan pengembangan kebudayaan kontemporer. Dengan demikian, peninggalan masa lalu dapat terus dibaca, ditafsirkan, dan dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. (*)
