OJK Cirebon Kepung Ciayumajakuning, 22 Ribu Warga Diedukasi Finansial, Daerah Ini Paling Masif

OJK Cirebon Kepung Ciayumajakuning, 22 Ribu Warga Diedukasi Finansial, Daerah Ini Paling Masif
Foto profil wajah Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, saat sedang memberikan keterangan, dengan latar belakang logo OJK. Foto: Istimeaa

CIREBONINSIDER.COM — Penetrasi layanan keuangan yang makin masif harus diimbangi dengan benteng literasi yang kokoh. Mencegah masyarakat terjebak investasi bodong dan pinjaman online ilegal, OJK Cirebon tancap gas memperluas jangkauan edukasi finansial di seluruh pelosok wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

​Hingga September 2026, OJK Cirebon mencatat kinerja edukasi yang intensif. Sebanyak 22.331 warga dari berbagai lapisan berhasil dijangkau melalui 174 kegiatan edukasi, baik yang digelar secara daring maupun luring.

​Langkah ini dirancang agar masyarakat makin cerdas dan adaptif dalam mengelola keuangan. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan konvensional, transaksi berbasis syariah, hingga kombinasi keduanya.

Baca Juga:​Nakhoda Baru Bank Indonesia Resmi Dilantik, Sinyal Kunci Sinergi Menkeu, OJK, dan Pasar ModalModal Minus, Izin BPRS Gaido Cianjur Dicabut OJK, LPS Siapkan Pengembalian Dana Nasabah

​Kota Cirebon Terbanyak, Daerah Lain Menyusul

​Peta sebaran edukasi menunjukkan tingkat aktivitas yang sangat dinamis di tiap wilayah. Kota Cirebon menjadi pusat pergerakan paling masif dengan mencatatkan 72 kegiatan yang berhasil mengedukasi 8.809 peserta.

​Kabupaten Cirebon menyusul di urutan kedua lewat 41 kegiatan dengan jangkauan 5.035 warga. Sementara itu, Kabupaten Kuningan mencatat partisipasi tinggi sebanyak 4.950 peserta dari 29 kegiatan.

​Untuk wilayah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka, masing-masing telah melaksanakan 12 kegiatan edukasi. Indramayu mencatatkan 1.325 peserta, sedangkan Majalengka menjangkau 930 peserta.

​Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa pemerataan literasi keuangan adalah kunci utama membentungi perekonomian warga di level akar rumput.

​”Materi edukasi yang disampaikan mencakup keuangan konvensional, keuangan syariah, serta kombinasi keduanya,” ujar Agus di Cirebon.

​Sinergi Lintas Sektor di Akar Rumput

​Menjangkau geografis Ciayumajakuning yang luas tak bisa dilakukan sendirian. OJK Cirebon merangkul kolaborasi strategis bersama pemerintah daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, lembaga jasa keuangan, media massa, hingga komunitas lokal.

​Sinergi lintas sektor ini memastikan pesan-pesan literasi keuangan tidak berhenti di ruang rapat. Informasi krusial ini langsung menyasar kelompok rentan dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca Juga:​Nakhoda Baru Bank Indonesia Resmi Dilantik, Sinyal Kunci Sinergi Menkeu, OJK, dan Pasar ModalSindir Ketergantungan APBN, PMII Desak Pemkab Cirebon Mandiri Ekonomi

​Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini

​Tak hanya sosialisasi reguler, strategi jangka panjang juga disiapkan untuk membentuk karakter finansial generasi muda. Salah satu program tematik utama sepanjang 2026 adalah gerakan Hari Indonesia Menabung (HIM) yang berlangsung selama Agustus.

​Puncak agenda HIM digelar pada 26 Agustus 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon. Sebanyak 500 pelajar dilibatkan langsung untuk mengenalkan pentingnya kebiasaan menabung sejak awal.

0 Komentar