Cirebon Berbenah 2026, Tiga Pejabat Kunci Buka Suara soal Akses Jalan dan RTLH

Cirebon-Menyapa-Maayarakat
Tiga narasumber pejabat Cirebon, termasuk Rachman Hidayat (DPUTR), Haniah, dan Deden Ady Priyono (DPRKP), saat berdialog di studio RRI Cirebon dalam forum \'Cirebon Menyapa Masyarakat\' mengenai penataan jalan dan rumah layak tahun 2026. Foto: Doc Pemprov Jabar

CIREBONINSIDER.COM — Akses jalan mulus, rumah kokoh, serta taman kota yang asri bukan lagi sekadar pemanis janji. Memasuki paruh kedua 2026, Pemerintah Kota Cirebon menggenjot pembenahan infrastruktur secara menyeluruh di seluruh pelosok kota.

​Langkah ini bukan cuma soal mempercatik wajah perkotaan. Lebih dari itu, pembenahan difokuskan untuk meningkatkan taraf hidup dan kenyamanan mobilitas harian warga Kota Udang.

​Strategi besar tersebut dikupas tuntas dalam dialog interaktif Cirebon Menyapa Masyarakat Episode ke-21 di RRI Cirebon, Kamis (17/9/2026). Forum ini menghadirkan tiga pilar eksekutor pembangunan kota: Kepala Dinas PU dan Tata Ruang (DPUTR) Rachman Hidayat, Kabid Kawasan Permukiman DPRKP Haniah, serta Kabid Perumahan, Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) DPRKP Deden Ady Priyono.

Baca Juga:APBD Cirebon 2027 Dipangkas, DPUTR Dipaksa Putar Otak untuk Perbaikan Jalan Rusak dan DrainaseCirebon Timur Dianaktirikan? DPRD Semprot Dinas PU Soal Jalan Rusak di APBD 2027

​Prioritas Jalan: Bebas Lubang, Hemat Budget

​Konektivitas jalan menjadi urat nadi perekonomian lokal. Namun, keterbatasan APBD menuntut Pemkot Cirebon bergerak lebih taktis dan presisi. Pembenahan jalan tak lagi asal garap, melainkan berbasis pemetaan titik krusial.

​Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi.

​”Penanganannya dilakukan secara bertahap. Ruas-ruas yang membutuhkan penanganan terus kami petakan dan disesuaikan dengan skala prioritas serta dukungan anggaran yang tersedia,” tegas Rachman.

​Melalui pola ini, perbaikan jalan dipastikan menyasar kawasan dengan volume lalu lintas tinggi dan jalur vital masyarakat.

​Bedah Rumah Plus Lingkungan: Bukan cuma Dinding dan Atap

​Di sektor hunian, Pemerintah Kota Cirebon lewat DPRKP terus memacu program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Uniknya, penataan kini menggunakan pendekatan terpadu. Fokus perbaikan tidak berhenti pada struktur fisik rumah warga, tetapi menjangkau kesehatan lingkungannya.

​Kabid Kawasan Permukiman DPRKP Kota Cirebon, Haniah, menyebut lingkungan yang sehat adalah kunci utama kesejahteraan.

​”Yang kita dorong bukan hanya perbaikan fisik rumah, tetapi bagaimana lingkungan permukimannya juga semakin layak dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Haniah.

Baca Juga:Ironi RTLH Cirebon: 13 Ribu Rumah Rakyat Reot Mengantre, Kuota BBRS 2026 Hanya Mampu Sasar 400 UnitAPBD Cirebon 2027 Dipangkas, DPUTR Dipaksa Putar Otak untuk Perbaikan Jalan Rusak dan Drainase

​Mendukung hal tersebut, Kabid Perumahan dan PSU DPRKP Kota Cirebon, Deden Ady Priyono, menambahkan bahwa pengerjaan drainase, sanitasi, dan akses jalan lingkungan menjadi paket wajib penataan permukiman.

0 Komentar