– Lolos Kelayakan: Prosedur penerimaan bahan baku yang longgar di pintu awal dapur.
– Batas Waktu Konsumsi: Pelanggaran durasi jeda yang terlalu lama antara makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi anak.
Pembenahan Dapur SPPG dan Edukasi Karakter Ompreng
Merespons temuan tersebut, BGN langsung merombak total tata kelola operasional. Pengawasan dapur SPPG kini diperketat sejak pukul tiga pagi. Jam kerja kepala dapur dan petugas pengawas disesuaikan agar pengawalan kualitas higienis terjadi di setiap tahap pengolahan.
Baca Juga:Anggaran MBG Dipangkas Rp30 T, BGN Kunci Target 72,4 Juta Penerima ManfaatMas Dar Perketat Dapur MBG, Sistem Dikunci Apel Virtual, Relawan Dilarang Lalai
BGN juga membenahi alur penataan keuangan, sistem pelaporan digital, serta penerapan teknologi informasi guna meminimalisasi celah kelalaian.
Bagi BGN, program MBG sekaligus menjadi sarana edukasi karakter harian di lingkungan sekolah. Anak-anak dibiasakan mencuci tangan sebelum makan, piket mendistribusikan tempat makan, hingga mengembalikan ompreng secara mandiri. Guru berperan aktif mendampingi agar proses ini menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan siswa.
Melalui kombinasi integrasi NIK Kemenkes, pengetatan SOP dapur SPPG, dan pembentukan karakter harian, MBG ditargetkan bertransformasi dari sekadar pembagian makanan menjadi investasi kualitas SDM Indonesia yang aman dan terukur.(*)
