​Optimalisasi Modal Rp103 Triliun, 487 Ribu UMKM Lulus Kelas lewat KUR BRI

Ilustrasi-UMKM
Pelaku UMKM penerima KUR BRI sektor produktif sedang mengembangkan kapasitas usahanya. Foto: Ilustrasi/AI

​Suntikan Rp10,7 Triliun untuk Ekosistem Perumahan

​Strategi optimalisasi modal juga merambah ekosistem papan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan. Realisasi KPP BRI per Juni 2026 telah menembus Rp10,7 triliun, atau setara 89% dari target tahunan sebesar Rp12 triliun.

​Penyaluran KPP memberikan efek ganda (multiplier effect). Pembiayaan mengalir ke dua arah sekaligus: menyokong pelaku usaha jasa konstruksi dan bahan bangunan di sisi penyediaan (supply), serta memfasilitasi akses pembiayaan masyarakat di sisi permintaan (demand).

​Prinsip Kehati-hatian dan Kualitas Kredit

​Meski ekspansi modal tergolong masif, BRI konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Mengingat dana KUR bersumber dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat, transparansi dan akuntabilitas evaluasi kredit tetap diutamakan.

Baca Juga:Bank Mandiri Salurkan KUR Rp25,63 T hingga Juli 2026, Strategi Cetak 56 Ribu UMKM Naik Kelas​Bank Minta Sertifikat Buat KUR di Bawah Rp100 Juta? Jangan Mau, Itu Ilegal!

​Langkah ini menjaga agar tingkat kredit bermasalah (non-performing loan) tetap terkendali, sehingga dorongan modal untuk UMKM dapat terus berlanjut secara sehat dan berkelanjutan.(*)

0 Komentar