​Dedi Mulyadi Buka Suara Soal PHK Cimahi: Garmen Tak Pernah Permanen, Buruh Harus Siap Nomad!

Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menanggapi fenomena PHK buruh garmen di Cimahi dan pergeseran kawasan industri. Foto: Screenshot Instagram

​Migrasi ke daerah pertumbuhan baru seperti Indramayu atau Majalengka membawa konsekuensi finansial dan sosial yang berat. Standar UMK di daerah industri baru relatif lebih rendah dibanding kota asal seperti Cimahi.

​Belum lagi membengkaknya biaya sewa tempat tinggal baru, hingga risiko psikologis harus terpisah dari keluarga.

Alarm bagi Pekerja Padat Karya

​Sinyal tegas dari Pemprov Jabar ini menjadi alarm keras bagi para pekerja sektor padat karya. Mengandalkan satu pabrik garmen hingga masa pensiun kini menjadi ekspektasi yang terlampau berisiko.

Baca Juga:Cetak Biru Industri: Strategi 'Big Bang' Prabowo dari Revitalisasi Garmen hingga Ekosistem SemikonduktorTekan Pengangguran Cirebon-Indramayu, DPRD Jabar Beberkan Syarat Investasi Harus Padat Karya

​Selain berani bermigrasi antar-wilayah, langkah mendesak bagi para buruh adalah melakukan upskilling atau beralih ke sektor ekonomi kreatif dan jasa. Tanpa adaptasi skill, pekerja akan terus-menerus terjebak dalam pusaran siklus relokasi pabrik yang tiada akhir.(*)

0 Komentar