Telusuri ‘Silicon Valley’ Purba di Cirebon, Siasat Sunan Gunung Jati Cetak Pemimpin Nusantara di Karang Brai

Kompleks-Asrama-Rumbia-Karang-Brai
Kompleks asrama rumbia Karang Brai di Karangkendal Cirebon, bukti fisik pusat pendidikan dan pertahanan zaman Sunan Gunung Jati. Foto: Subadi/Cirebon Insider

Di sana, tumbuh pohon asem dan pohon kesambi yang telah berumur ratusan tahun.​Menurut pembacaan budayawan Cirebon, Rafan S. Hasyim, keberadaan vegetasi khusus ini adalah penanda mutlak dari sebuah Pesastrian.

Bagi khalayak umum, Pesastrian bisa diartikan sebagai kawah candradimuka tempat para sastri (pelajar) ditempa dengan dua menu wajib yang seimbang: ilmu sastra keagamaan tingkat tinggi untuk mengisi batin, serta ilmu kanuragan (militer) sebagai tameng fisik pelindung kedaulatan negara.

​Jejak Murid Ideologis: Para Agen Perubahan Pantura

​Dari rahim “Silicon Valley” Purba Karang Brai inilah, lahir ratusan “pembesar” dan agen perubahan yang menyebar ke berbagai daerah untuk mengamankan wilayah Pantura.

Baca Juga:Jaga Nataru, 10.000 Banser Apel Kebangsaan di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Dipimpin KapolriDPRD Kabupaten Cirebon Usul Bentuk Tim Khusus Atasi Pengemis di Makam Sunan Gunung Jati

​Jaringan pergerakan mereka menggurita melalui murid-murid ideologis Syekh Magelung yang melegenda. Di wilayah Tegal Semaya, Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pergerakan taktis dikomandoi oleh duet kesatria Ki Jare (Ki Campa) dan Ki Tuding (Ki Wandan).

Sementara itu, kepemimpinan muda yang mengakar kuat di wilayah Wanakersa (kini Desa Kertasura), Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, dipimpin langsung oleh Raden Mantri Jayalaksana.

​Pengaruh dakwah Karang Brai bahkan menembus jauh hingga ke wilayah Rengasdengklok, Karawang, melalui utusan khusus bernama Ki Braja Lintang (Ki Lintang).

Stabilitas keamanan di sepanjang pesisir juga dijaga ketat oleh kelompok Gegedeng Pesisir, yang beranggotakan figur-figur berpengaruh seperti Ki Buyut Tambangan, Ki Gede Ujung Anom, Ki Pati Waringin, Nyi Gede Manukan, hingga Ki Gede Tersana yang membentengi wilayah Kertasemaya, Indramayu.(*)

0 Komentar