​Mengupas Data Riil: Pertumbuhan Organik Lintas Samudra
​Bukan sekadar konsep di atas kertas, pertumbuhan pasar Migimo merangkak naik secara agresif namun organik. Hingga performa kuartal II, tepatnya Mei 2026, platform ini telah mencatatkan nilai transaksi bruto atau Gross Transaction Value (GTV) yang menembus angka Rp136 juta.
Lonjakan transaksi ini ditopang kuat oleh basis keanggotaan yang kini mencapai lebih dari 100 anggota aktif, serta antrean panjang 86 calon anggota yang saat ini tengah berada dalam proses verifikasi ketat.
​Secara geopolitik lokal dan global, jejaring Migimo terbukti sangat adaptif. Jangkauan operasionalnya kini tidak hanya memayungi 27 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Barat, namun telah melintasi samudra hingga menjangkau komunitas pekerja migran di Pennsylvania, Amerika Serikat.
Baca Juga:Kekurangan Anggaran, Aula Doa Situs Buyut Selawe Cirebon Rampung 75% lewat Keringat PMI dan Kencleng SukarelaEpisentrum Medis Ciayumajakuning: PMI Kota Cirebon Fokus Digitalisasi Stok Darah dan Mitigasi Rob
​Menembus Korporasi Perbankan dan Regulator
​Keberpihakan Migimo terhadap sektor riil diperkuat dengan langkah strategis di level regulator dan industri. Tim Migimo tercatat telah melakukan audiensi khusus dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memastikan keselarasan program makro pemerintah dalam perlindungan finansial PMI.
​Di sisi teknologi finansial, langkah konkret diambil dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) bersama raksasa perbankan BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kolaborasi ini diarahkan untuk integrasi Application Programming Interface (API) QRIS Cross Border, sebuah langkah taktis yang akan mempermudah transaksi lintas negara menjadi jauh lebih murah, cepat, dan aman bagi para pekerja di luar negeri.
​Sebelum melenggang di PIDI DIGDAYA 2026, rekam jejak digital Migimo memang sudah dipenuhi dengan berbagai apresiasi tingkat tinggi. Di antaranya adalah sukses menembus posisi Top Tujuh Garuda Spark, masuk dalam lingkaran Top 38 Startup Layak Didanai dalam ICEFF 2025, hingga menyabet penghargaan bergengsi Best Impact & Sustainability pada ajang Venture Connect 2025.
​Bagi Tata Sugiarta dan timnya, rentetan pencapaian ini adalah bahan bakar untuk membuktikan bahwa koperasi modern tidak boleh kalah bersaing dengan korporasi teknologi global.
​”Migimo bukan sekadar aplikasi. Ini adalah gerakan ekonomi. Kami ingin memastikan agar PMI yang selama ini hanya diposisikan sebagai penyumbang devisa, akhirnya bisa menjadi pemilik sah dari ekosistem ekonomi yang mereka bangun dengan keringat mereka sendiri,” pungkas Tata dengan tegas.(*)
