CIREBONINSIDER.COM — Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bersiap menjadi saksi bisu upaya pembuktian generasi baru Timnas Indonesia. Pada laga uji coba internasional (FIFA Matchday) Jumat, 5 Juni 2026 malam WIB, skuad Garuda tidak hanya sekadar memburu poin demi mendongkrak peringkat di ranking FIFA, melainkan mengusung misi besar: meruntuhkan tembok kutukan yang telah bertahan selama hampir empat dekade.
​Indonesia tercatat belum pernah lagi mencicipi kemenangan atas Oman sejak tahun 1988. Sebuah catatan historis usang yang kini coba dihancurkan oleh juru taktik anyar asal Inggris, John Herdman.
​Menggugat Hegemoni Sejarah: Dari Era King’s Cup ke Babak Baru
​Merujuk pada data statistik resmi 11v11, peta kekuatan kedua negara sebenarnya sempat memihak Merah Putih di akhir era 1980-an. Indonesia pernah menumbangkan Oman dua kali berturut-turut pada ajang King’s Cup di Bangkok, Thailand, yakni dengan skor 2-0 (1987) dan 3-0 (1988). ​
Baca Juga:Hasil Akhir Timnas Indonesia U19 vs Timor Leste U19: Ledakan Babak II, Garuda Nusantara Amankan Kemenangan 3-0Hasil Babak I Timnas Indonesia U19 vs Timor Leste U19: Taktik Parkir Bus Runtuh, Gol Reno Pecah Kebuntuan
Namun, setelah masa keemasan tersebut, dominasi berbalik total ke arah tim Timur Tengah. Dalam empat pertemuan kompetitif berikutnya, Indonesia dipaksa menelan pil pahit, termasuk kekalahan 1-3 pada laga persahabatan terakhir di Dubai tahun 2021 yang saat itu masih di bawah kendali Shin Tae-yong.
​Head-to-Head Indonesia vs Oman (Rekam Jejak Statistik 11v11):
– ​24 Februari 1987: Indonesia 2-0 Oman (King’s Cup)- ​18 Januari 1988: Indonesia 3-0 Oman (King’s Cup)- ​24 Juni 2007: Indonesia 0-1 Oman (Persahabatan)- ​19 Januari 2009: Oman 0-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Asia 2011)- ​6 Januari 2010: Indonesia 1-2 Oman (Kualifikasi Piala Asia 2011)- ​29 Mei 2021: Indonesia 1-3 Oman (Persahabatan)
​Eksperimen Taktis Herdman di Tengah Badai Absensi
​Ujian bagi John Herdman malam nanti terbilang ganda. Di satu sisi, ia harus menambal lubang menganga di lini pertahanan seiring absennya sang tembok kokoh, Jay Idzes, akibat cedera. Di sisi lain, Herdman secara berani memanggil 23 pemain yang didominasi oleh pilar diaspora serta talenta muda potensial.
​Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang, mengingat para pemain diaspora dipastikan absen pada ajang Piala AFF akhir tahun nanti karena keterbatasan izin klub.
