​CIREBONINSIDER.COM – Sebuah pemandangan memilukan tersaji di depan SDN 02 Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pada Selasa (28/4/2026). Seorang penarik becak ditemukan meninggal dunia di atas becaknya, diduga akibat kelelahan hebat dan serangan jantung saat tengah mengais rezeki.
Suasana semakin menyayat hati lantaran sang anak yang berada di lokasi tampak menangis histeris, mencoba ditenangkan oleh warga sekitar.
Tragedi ini menjadi potret buram sekaligus alarm keras bagi rapuhnya sistem jaminan sosial dan perlindungan pekerja sektor informal di daerah.
Baca Juga:Strategi Sophi Zulfia Perketat Pengawasan Proyek Daerah, Bawa Inovasi Nasional ke Kabupaten CirebonSophi Zulfia Ultimatum Industri di Cirebon: CSR Jangan Hanya untuk 'Ring 1' dan Kelompok Tertentu!
​Bukan Sekadar Musibah, Tapi Refleksi Kebijakan
​Menanggapi insiden di Weru tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menegaskan bahwa wafatnya penarik becak ini tidak boleh hanya dipandang sebagai takdir.
Ia menyebut peristiwa ini sebagai pesan mendalam tentang “absennya” jaring pengaman bagi mereka yang bekerja di jalanan tanpa kepastian jaminan keselamatan.
​”Negara harus hadir melalui kebijakan yang konkret. Kejadian di Setu Kulon ini adalah refleksi nyata bahwa pekerja sektor informal kita masih terjebak dalam keterbatasan akses layanan kesehatan dan perlindungan sosial,” ujar Sophi dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
​Sophi menekankan bahwa DPRD akan mengambil langkah taktis untuk mendorong optimalisasi program jaminan sosial melalui penguatan regulasi daerah, guna memastikan masyarakat lapisan bawah merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
​Sengkarut Data: Akar Masalah yang Harus Tuntas
Satu poin krusial yang disoroti legislatif adalah persoalan akurasi data. Selama ini, efektivitas intervensi kebijakan seringkali terbentur oleh data profil pekerja rentan yang tidak mutakhir.
​”Akurasi data adalah harga mati. Kami mendorong pembaruan data secara berkala hingga tingkat desa. Dengan data yang presisi, tidak akan ada lagi warga rentan yang terlewat dari perhatian pemerintah, terutama mereka yang memiliki risiko kerja tinggi di jalanan,” tambah Sophi.
​Respons Cepat Dinas Sosial: Asesmen dan Bantuan Darurat
Dinas Sosial Kabupaten Cirebon melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) langsung bergerak melakukan langkah mitigasi pasca kejadian di depan SDN 02 Setu Kulon tersebut.
Baca Juga:Daftar Sekarang: Magang Kemnaker Gaji UMP Plus Jaminan SosialAudit Bansos 2026: Belasan Ribu Keluarga Dicoret Akibat Inclusion Error, Kemensos Sinkronisasi Data Dukcapil
Kepala Bidang Linjamsos, Rita Herawati, mengungkapkan bahwa timnya tengah melakukan asesmen sosial menyeluruh.
