– Urea Subsidi: Kini hanya Rp1.800 per kg (Turun dari Rp2.250).
– Harga per Karung (50 kg): Menjadi Rp90.000 (Hemat Rp22.500 dari harga lama).
Langkah ini membuktikan manajemen ekonomi “dua kaki” yang cerdas: mengeruk devisa dari pasar ekspor non-subsidi di saat harga selangit, sekaligus memanjakan petani lokal dengan harga pupuk yang semakin terjangkau.
Diplomasi Pupuk Era Baru
Keberhasilan ini menandai lahirnya “Diplomasi Pupuk” Indonesia. Dengan menguasai komoditas vital di saat dunia krisis, Presiden Prabowo tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai stabilisator geopolitik yang disegani di kawasan Indo-Pasifik. (*)
