​Risikonya nyata. Jika kompetensi teknis pemuda Cirebon tidak ditingkatkan, maka mereka hanya akan menjadi penonton atau pekerja kasar di tengah serbuan investasi teknologi tinggi.
​”Korea memiliki kemampuan teknologi luar biasa, sementara Indonesia punya sumber daya melimpah dan pasar besar,” ujar Presiden Prabowo di Seoul.
​Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Sejauh mana Cirebon mampu menangkap peluang dari kemitraan Seoul ini untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, bukan sekadar menyediakan lahan industri. (*)
