​Strategi Penyelamatan Energi Indonesia
​Untuk mencapai target 90 hari tersebut, Eddy Soeparno menekankan tiga langkah kunci:
​Diversifikasi Impor: Mencari pasokan migas di luar kawasan Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
​Pembangunan Storage: Memprioritaskan anggaran untuk storage capacity tambahan agar Indonesia memiliki “napas” lebih panjang saat krisis.
Baca Juga:Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi: Targetkan 120 Juta Motor Listrik dan 100 GW PLTS dalam 4 TahunSelat Hormuz Memanas, Pasokan BBM RI Terancam? Komisi I DPR Desak Mitigasi Darurat APBN
​National Petroleum Fund: Pembentukan dana khusus untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
​”Tanpa cadangan yang kuat, mobilitas lumpuh. Mobil tak bisa bergerak, pesawat diam di bandara, dan industri akan terhenti. Ketahanan energi harus disejajarkan dengan ketahanan nasional,” tutup Eddy.(*)
