Alt-Text Poster resmi Tabligh Akbar Haul Syekh Magelung Sakti dan Ngunjung Desa Karangkendal Kapetakan Cirebon 2026. Foto: Istimewa /Doc panitia Haul Syekh Magelung Sakti 2026
CIREBONINSIDER.COM — Denyut zikir dan shalawat bersiap menggema di pesisir utara Cirebon. Puncak tradisi Ngunjung Desa dan Haul Syekh Magelung Sakti di Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, tahun ini diproyeksikan bakal membludak lebih masif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Bukan tanpa alasan. Menyusul kesuksesan tahun lalu yang menghadirkan ulama kharismatik Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, panitia penyelenggara kembali menghadirkan deretan figur sentral nasional untuk memikat puluhan ribu jemaah.
Baca Juga:Ketika 5 Desa di Cirebon Tumpah Ruah Satukan Barisan di Tradisi Ngunjung Syekh Magelung SaktiTradisi Ngunjung Karangkendal Cirebon: Asal-Usul, Rujak Wuni, dan Haul Syekh Magelung Sakti
Malam puncak yang dihelat pada Ahad, 25 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB (Ba’da Isya) di Alun-Alun Desa Karangkendal ini dipastikan menjadi titik temu akbar lintas generasi.
Deretan Nama Besar Daya Tarik Utama
Sorotan utama tahun ini tertuju pada kehadiran Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, yang dikenal luas lewat kedalaman ilmu serta gaya dakwahnya yang mencerahkan.
Tak kalah menarik, kehadiran para tokoh muda NU yang diidolakan publik turut menjadi daya magnet tersendiri bagi kaum milenial dan Gen Z.
Berdasarkan pantauan masyarakat setempat, kehadiran Gus Aldi yang diidolakan kaum muda, disusul oleh Gus Dodik Jafar Rachmat, Gus Akbar Akbar Muslim, serta Gus Ihya Ahmad Ihya Ulumuddin, diprediksi akan menyedot gelombang massa dalam jumlah besar.
Suasana tabligh akbar dipastikan semakin bergemuruh dengan iringan grup rebana Hadroh Ash Shobirin, yang siap membakar semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW di ruang terbuka Alun-Alun Karangkendal.
Menghidupkan Tradisi dan Ekonomi Kerakyatan
Perpaduan antara tradisi lokal Ngunjung Desa—warisan leluhur masyarakat Karangkendal—dan sakralnya Haul Syekh Magelung Sakti membuktikan bahwa kebudayaan pesisir mampu merawat kohesi sosial secara berkelanjutan.
Selain aspek spiritual dan kultural, gelombang kedatangan peziarah dari berbagai daerah ini otomatis menjadi angin segar bagi roda ekonomi kerakyatan. UMKM lokal, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa di sekitar lokasi acara dipastikan panen rezeki, menjadikan malam puncak perhelatan ini sebagai pesta rakyat yang penuh berkah.
