Mulai 15 Oktober, Koperasi Merah Putih Siap Pangkas Tengkulak

Mulai 15 Oktober, Koperasi Merah Putih Siap Pangkas Tengkulak
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso saat peninjauan dan sosialisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jelang operasional serentak 15 Oktober 2026. Foto: Doc Kemenko Pangan

​CIREBONINSIDER.COM — Desa tak lagi sekadar menjadi penonton. Memulai operasional serentak pada 15 Oktober 2026, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dipacu menjadi benteng baru pertahanan pangan di akar rumput.

​Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) turun langsung menguji denyut nadi proyek strategis ini. Bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Zulhas menyisir ketat tiga titik di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah: KDKMP Purbayan, Kadilangu, dan Menuran.

​Pesan kuncinya telak: bangunan megah tanpa tata kelola profesional adalah ilusi. Koperasi wajib hidup, beroperasi, dan langsung menebar manfaat nyata bagi warga.

Baca Juga:Target Juli 2026: Prabowo Genjot KDMP, Mampukah Hapus 'Penyakit' Kelangkaan LPG dan Beras di Cirebon?​BRI Perketat Pencairan KUR KDKMP, Seluruh Pengurus Koperasi Desa Wajib Lolos SLIK OJK

​Pangkas Tengkulak, Amankan Harga Petani

​Selama bertahun-tahun, rantai pasok pangan perdesaan lumpuh di bawah cengkeraman tengkulak. Kehadiran KDKMP dirancang sebagai jalan pintas pemutus rantai pasok yang tidak adil tersebut.

– ​Lindungi Harga Gabah: Petani kini memiliki kepastian pasar. Koperasi dipatok menyerap hasil panen dengan harga kompetitif di angka Rp6.500 per kg untuk langsung disalurkan ke Perum Bulog. Pemerintah menegaskan, tidak boleh ada lagi petani yang menjual gabah di bawah ketentuan.

– ​Grosir Kebutuhan Pokok: KDKMP bertransformasi menjadi pusat distribusi barang bersubsidi. Mulai dari beras SPHP, minyak goreng, elpiji 3 kg, hingga pupuk bersubsidi tersedia langsung di tingkat desa.

– ​Gerakan Pangan Murah: Di sela peninjauan, pemerintah mengguyur pasar murah dengan patokan harga beras Rp12.500 per kg demi meredam tekanan inflasi lokal.

​”Petani jangan sampai menjual gabah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Koperasi hadir membeli dengan harga bagus untuk diserap Bulog,” tegas Zulhas, Selasa.

​Kesiapan Lapangan: Angka Bicara

​Transformasi masif ini tentu menuntut kesiapan infrastruktur yang matang. Catatan data di lapangan menunjukkan pergerakan yang signifikan:

– ​Eskalasi Bulog: Sebanyak 1.985 KDKMP kini masuk dalam radar pelayanan Perum Bulog. Rinciannya, 736 koperasi sudah aktif menerima pasokan beras SPHP, sementara 1.249 unit lainnya berada di ambang persiapan akhir.

Baca Juga:Zulkifli Sebut Modal Awal Koperasi Desa Merah Putih Rp3 Miliar Tenor 6 TahunKopdes Merah Putih: Akselerasi Strategi Prabowo Perkuat Ekonomi Desa, Puluhan Ribu Titik Mulai Dipetakan

– ​Akselerasi Jawa Tengah: Pemprov Jateng mencatat 64 persen—atau tepatnya 5.427 dari 8.523 koperasi—telah resmi beroperasi per 12 Oktober 2026, menyusul 3.096 unit yang terus digenjot persiapannya.

0 Komentar