Pasar Renteng Kuningan, Belanja Pakai Koin Kayu di Samping Gamelan Usia 500 Tahun

Pasar Renteng Kuningan, Belanja Pakai Koin Kayu di Samping Gamelan Usia 500 Tahun
Interaksi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dengan pemain Goong Renteng saat mengunjungi Pasar Renteng Cibogo Kadugede. Foto: Doc Pemkab Kuningan

CIREBONINSIDER.COM — Pasar tradisional lazimnya identik dengan riuk pedagang, becek, dan transaksi uang tunai. Namun, Pasar Renteng di Blok Cibogo, Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, memutarbalikkan persepsi itu.

​Digelar rutin setiap minggu pertama setiap bulan oleh komunitas Roem Institute bersama warga lokal, pasar ini sukses mengawinkan ekonomi kreatif, atraksi budaya, dan proteksi cagar budaya dalam satu ruang terbuka.

​Sensasi Koin Kayu dan Kuliner Langka

​Pengalaman unik langsung terasa begitu pengunjung menginjakkan kaki di area pasar. Uang kertas rupiah tak berlaku langsung di sini. Pengunjung wajib menukarkannya terlebih dahulu dengan koin kayu bernilai nominal Rp2.000 per keping sebagai satu-satunya alat tukar sah.

Baca Juga:Jurus Kuningan Pangkas Pengangguran, Sulap Warga Jadi Ahli CNC hingga BaristaBukan hanya Pesta, Pernikahan Putri Sekda Kuningan Jadi Uji Coba Integrasi Layanan Publik

​Sistem transaksi koin kayu menghadirkan sensasi belanja lintas zaman. Koin-koin ini dipakai untuk memburu deretan kuliner tradisional langka yang makin sulit dijumpai di pasar modern:

– ​Bubur Hanjeli: Olahan serealia lokal bertekstur kenyal yang disiram kuah santan gurih.

– ​Pais Lauk Baung: Pepes ikan air tawar kaya rempah khas aliran sungai lokal.

– ​Adas & Colenak: Jajanan legendaris berbasis singkong dan ketan bernuansa saus gula merah cair.

– ​Kerajinan Janur & Bambu: Produk anyaman khas Cibogo yang jejak historisnya pernah dipakai mempercantik dekorasi Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung.

​Penjaga Tradisi Lima Abad

​Daya tarik spiritual dan historis pasar ini bersumber dari dentang Goong Renteng. Perangkat musik gamelan kuno tersebut diperkirakan telah berusia 500 tahun. Alat musik purba ini tidak dibiarkan berdebu di ruang penyimpanan, melainkan ditabuh penuh energi untuk menyambut tamu dan membuka jam perdagangan.

​Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama tokoh masyarakat menyiapkan strategi pelestarian dua jalur untuk menjaga aset bersejarah ini:

Baca Juga:​Eskalasi Bencana Kuningan Meningkat, Bupati Dian Pacu 1 Persen Relawan MilitanBirokrasi Desa di Kuningan Resmi Digital, Layanan Dokumen Warga Kini Bebas Antre dan Tanda Tangan Basah

– ​Konservasi & Museumisasi: Perangkat Goong Renteng asli diprioritaskan untuk perawatan intensif dan dilindungi sebagai benda cagar budaya nasional, dengan rencana penempatan khusus di museum agar terhindar dari kerusakan fisik.

– ​Replika Pertunjukan: Kebutuhan atraksi budaya rutin di Pasar Renteng akan difasilitasi set replika. Langkah ini memastikan tradisi tak benda tetap hidup dan dimainkan generasi muda tanpa mengorbankan kondisi fisik artefak asli.

0 Komentar