CIREBONINSIDER.COM— Langkah berani diambil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pembangunan megaproyek pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) bernilai Rp3,5 triliun di kawasan Jatiluhur resmi disemprit dan dihentikan sementara.
Ketegasan pria yang akrab disapa KDM ini bukan bentuk penolakan terhadap investasi asing. Ini murni soal penegakan hukum dan perlindungan kedaulatan air bagi warga Purwakarta.
Penyebab utamanya sepele tapi krusial: kelalaian administratif. Hingga pekerjaan fisik berjalan, dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ternyata belum tuntas.
Baca Juga:Investasi Bodong Izin? Dedi Mulyadi Setop Proyek Data Center AI JatiluhurDedi Mulyadi Sentil Bisnis Media, Jangan Tunduk pada Buzzer dan Algoritma
”Kemarin saya tanya, IMB belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan. Kesalahannya bukan di Pemda Purwakarta, tapi di konsultannya yang belum memasukkan data,” tegas KDM di Bandung, Jumat (2/10/2026).
Menguji Kelayakan di Atas Kertas dan Lapangan
KDM memastikan Pemprov Jabar bertindak adil dan objektif. Guna mengkaji dampak proyek milik BDx Data Centers ini, akademisi independen dari Universitas Indonesia (UI) diterjunkan sebagai tim penilai.
Bagi KDM, kelayakan ekologi adalah harga mati. Jika Amdal dinyatakan lulus secara objektif, proyek silakan berlanjut. Namun jika tidak lulus, pembangunan wajib dihentikan permanen.
Satu syarat mutlak yang dititipkan KDM: warga Purwakarta yang telah lama berkorban demi Waduk Jatiluhur tidak boleh kekurangan air bersih. Hak dasar masyarakat harus berada di atas kepentingan industri.
Hitung-hitungan Pasokan Air: Masih Sisa Banyak
Pusat data AI butuh daya pendingin besar yang mengonsumsi pasokan air dalam volume tinggi. Meski demikian, hitungan teknis awal menunjukkan stok air baku di Jatiluhur sebenarnya masih sangat aman.
Saat ini PDAM Purwakarta mengantongi jatah air sebesar 3.000 liter per detik dari Waduk Jatiluhur. Uniknya, selama berpuluh-puluh tahun pemanfaatan air tersebut baru terserap 380 liter per detik atau cuma 11 persen dari total alokasi.
Artinya, ada 89 persen sisa kuota air PDAM yang menganggur dan belum terpakai. Rencananya, operasional fasilitas AI BDx ini hanya menyedot tambahan 14 persen dari alokasi terbuang tersebut.
Baca Juga:Brak! Dedi Mulyadi Dobrak Syarat Umur Kerja, Live TikTok Depok Serbu 1.057 Loker Nyari GawePabrik Alat Berat Listrik Pertama Buka di Karawang, Dedi Mulyadi Pangkas Impor dan Serap Lulusan SMK
Di atas kertas, angka itu terhitung kecil dan masih menyisakan cadangan air melimpah. Namun KDM tak mau terkecoh kalkulasi mentah tanpa dokumen Amdal resmi yang tervalidasi.
