Atasi Kekeringan Argasunya, PMI Cirebon Buka Bulan Dana QRIS Nontunai

Atasi Kekeringan Argasunya, PMI Cirebon Buka Bulan Dana QRIS Nontunai
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, saat memperagakan penggunaan sistem transaksi QRIS untuk Bulan Dana PMI Kota Cirebon Tahun 2026 di Grage City Hub, Selasa (29/9/2026). Foto: Doc Pemkot Cirebon 

CIREBONINSIDER.COM— Peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia di Kota Cirebon tak sekadar seremoni baris-berbaris. Di tengah impitan krisis air bersih yang memukul warga kawasan selatan, aksi nyata dan modernisasi gerakan kemanusiaan langsung digulirkan.

​Selasa (29/9/2026), Pemerintah Kota Cirebon bersama PMI resmi meluncurkan Bulan Dana PMI Tahun 2026 di Grage City Hub. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penggalangan dana kali ini mengusung transaksi nontunai lewat sistem QRIS demi menjamin transparansi penuh.

​Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan bahwa era baru akuntabilitas publik kini dimulai.

Baca Juga:Penyelamat Sawah Kekeringan, Pompanisasi PHTC Amankan Sawah Cirebon dan Bidik Panen 370 Ribu TonTanggap Bencana Kekeringan, Gerakan NU Peduli Distribusikan Air Bersih untuk Warga Dukuh

​”Kami arahkan ke transaksi nontunai via QRIS agar lebih transparan dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat adalah kunci utama,” ujar Iing saat memimpin apel peringatan.

​Meskipun QRIS diutamakan dan disisipkan di setiap agenda publik daerah, saluran tunai tetap dibuka lebar. Langkah ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat tetap bisa berpartisipasi tanpa hambatan.

​Garis Depan Krisis Air Argasunya

​Fokus bantuan darurat PMI langsung menyasar titik paling kritis di Kota Cirebon: Kelurahan Argasunya. Wilayah ini saban tahun menjadi langganan kekeringan parah saat musim kemarau tiba.

​Untuk mengatasi persoalan tersebut, PMI menyiagakan unit toren air di titik-titik krusial Argasunya. Penempatan fasilitas ini berfungsi sebagai penampung sementara agar warga tak perlu lagi mengantre panjang saat bantuan tiba.

​Guna memastikan pasokan tetap terjaga, armada pasokan air bersih diterjunkan setiap hari hasil kolaborasi bersama PDAM Kota Cirebon dan dukungan PMI Pusat.

Strategi ini juga dirancang fleksibel. Begitu musim hujan datang, seluruh unit toren akan ditarik kembali ke Markas PMI untuk perawatan berkala agar tidak rusak. ​Ketua PMI Kota Cirebon, dr. Edial Sanif, membeberkan kondisi di lapangan yang menuntut aksi cepat tanpa birokrasi berbelit.

​”Argasunya cukup parah. Warga sangat kesulitan air bersih. Karena itu, kami terjunkan bantuan air bersih hampir setiap hari,” tegas dr. Edial.

Baca Juga:4,7 Juta M³/Hari, Investor Timteng-Korsel Siap Olah Air Laut Cirebon Jadi Air BersihStrategi KWT Cirebon Pukul Balik Risiko Kekeringan, Ubah Hasil Tani Jadi Olahan Bernilai Tinggi

​Doktrin 6 Jam Sampai & Marwah Kemanusiaan

​Di luar respons kekeringan, standar operasional ketat juga dipasang. Menitipkan pesan Ketua Umum PMI Pusat M. Jusuf Kalla, Iing Daiman mengingatkan kembali doktrin utama pergerakan relawan.

0 Komentar