KH Nahrawi Tahir (1944–1951)Ulama asal Malang yang gigih mengembangkan pendidikan formal NU serta merintis sekolah khusus perempuan.
KH Abdul Wahid Hasyim (1951–1954)Putra Mbah Hasyim sekaligus perumus Pancasila dan Menteri Agama yang merombak modernisasi pendidikan Islam.
KH Muhammad Dahlan (1954–1956)Menteri Agama yang memprakarsai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional dan mendirikan PTIQ Jakarta.
Baca Juga:Duet Jombang Pimpin Abad Kedua NU: Kiai Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026–2031Muktamar Ke-35 NU Akhiri Sistem Voting Langsung, AHWA Tentukan Ketum PBNU
KH Idham Chalid (1956–1984)Pahlawan Nasional dan pemegang rekor kepemimpinan PBNU terlama. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR/DPR RI.
KH Abdurrahman Wahid / Gus Dur (1984–1999)Presiden RI ke-4 dan Bapak Pluralisme yang membawa NU ke panggung kebangsaan dan pejuang HAM dunia.
KH Hasyim Muzadi (1999–2010)Tokoh diplomasi Islam internasional yang memperkuat peran NU di tataran global dan lembaga negara.
KH Said Aqil Siroj (2010–2021)Cendekiawan muslim berpendidikan Makkah yang konsisten menguatkan gagasan Islam Nusantara.
KH Yahya Cholil Staquf (2022–2026)Inisiator gerakan Islam untuk Perdamaian Dunia melalui forum global Religion of Twenty (R20).
KH Abdul Hakim Mahfudz (2026–2031)Ulama sekaligus pengusaha yang membawa spirit kemandirian ekonomi Nahdliyin serta melanjutkan tradisi luhur Tebuireng.
Rekonsiliasi Internal dan Kebangkitan Ekonomi
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan muktamar mempertegas posisi strategis NU sebagai mitra penting pemerintah dalam merawat persatuan nasional dan penguatan iklim demokrasi.
Baca Juga:Muktamar Ke-35 NU Akhiri Sistem Voting Langsung, AHWA Tentukan Ketum PBNUBukan Cuma Tensi Politik, 12 Ribu Porsi Makan Gratis Amankan Pasokan Gizi Muktamar Ke-35 NU
Sementara itu, latar belakang pengusaha pada sosok Gus Kikin menjadi sinyal kuat hadirnya era baru kemandirian ekonomi warga Nahdliyin. Langkah ini dinilai menyalakan kembali spirit Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang) 1918 yang menjadi pondasi awal berdirinya NU.
Di sisi lain, respons positif datang dari pimpinan organisasi keagamaan lain seperti PP Muhammadiyah yang menyambut hangat terpilihnya duet KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di Indonesia.
Usai penetapan ini, Muktamar ke-35 NU resmi memasuki tahap penyusunan tim formatur untuk merampungkan struktur kepengurusan lengkap PBNU periode 2026–2031.(*)
