Paradoks Raksasa Kelapa, Indonesia Produsen Dunia tapi Hanya Olah 3% Sabutnya

Limbah-sabut-kelapa
Tumpukan limbah sabut kelapa siap olah di sentra perkebunan kelapa Indonesia untuk ekspor. Foto: Ilustrasi/AI

Akses terhadap mesin pengurai sabut (decorticator), sarana penjemuran yang memadai, serta kelembagaan petani yang solid masih sangat terbatas. Akibatnya, sabut kelapa tetap diperlakukan sebagai limbah ketimbang sumber pendapatan baru.

​Kegagalan memanfaatkan 96,8 persen sabut kelapa adalah kerugian ekonomi yang masif. Di tengah tren global yang menuntut bahan baku ramah lingkungan, serat sabut kelapa menjadi substitusi ideal untuk material sintetis.

​Jika penguatan struktur hilirisasi dilakukan secara konsisten di sentra perkebunan, sabut kelapa tidak lagi menjadi sampah, melainkan penopang utama devisa negara dan kesejahteraan petani lokal.(*)

0 Komentar