Selat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026

Selat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026
Ninasapti Triaswati Pakar Ekonomi UI memberikan analisis inflasi pangan Ramadan 2026 dan dampak konflik Selat Hormuz. Foto: Humas Kementan RI

Sementara itu, komoditas bumbu dapur lainnya seperti cabai merah hanya menyumbang 0,04% dan tomat berada di angka sangat rendah yakni 0,02%.

Kondisi ini mengonfirmasi bahwa pasokan dari sentra produksi masih mampu memenuhi lonjakan permintaan warga selama Ramadan.

​Solusi Jangka Panjang: Swasembada sebagai Harga Mati

​Menutup analisisnya, Ninasapti menekankan bahwa satu-satunya cara memutus rantai ketergantungan dari gejolak geopolitik global adalah dengan memperkuat Swasembada Pangan.

Baca Juga:Indramayu Siaga Satu Pangan: Strategi Tekan Inflasi Jelang Ramadan 1447 H, Stok Beras Dipastikan Melimpah!Wawali Cirebon Sebut Ancaman Inflasi Bukan Cuma Pangan, Minta Harga Kebutuhan Dasar Lain Ikut Dikendalikan

​”Sepanjang Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan tidak bergantung pada impor, kita tidak akan terlalu terdampak oleh gejolak harga dunia. Kekuatan pangan kita ada di situ,” pungkasnya.(*)

0 Komentar