Kolaborasi lima desa ini membuktikan bahwa kearifan lokal sanggup menjadi benteng moral di tengah disrupsi sosial. Ketika sekat-sekat administratif lebur dalam alunan doa dan seni budaya, di situlah ketahanan kultural bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri.(*)
Ketika 5 Desa di Cirebon Tumpah Ruah Satukan Barisan di Tradisi Ngunjung Syekh Magelung Sakti
