Bukan Bantuan Pemerintah, Pendidikan Gratis di Jabar Ternyata Dibiayai Keringat Pembayar Pajak

Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi duduk bersama kerumunan siswa SMA dan SMK dalam sosialisasi program bantuan dan subsidi pendidikan gratis Jawa Barat. Foto: Doc Diskominfo Jabar 

CIREBONINSIDER.COM ​- Uang pajak warga Jawa Barat tidak menguap tanpa jejak. Di tengah membumbungnya biaya pendidikan, aliran dana APBD justru menjadi penopang utama masa depan ratusan ribu siswa, dari ruang kelas negeri hingga sekolah swasta.

​Pendidikan gratis di Jabar bukan sekadar hadiah pemerintah. Ini adalah bentuk gotong royong massal antarwarga.

​Subsidi Nyata di Balik Papan Tulis

​Hampir satu juta siswa di Jawa Barat merasakan langsung manfaat ketaatan pajak masyarakat. Pemprov Jabar menyalurkan anggaran jumbo sebesar Rp1,2 triliun khusus untuk operasional dasar sekolah. Anggaran ini bergerak di luar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun tunjangan sertifikasi guru.

Baca Juga:Lampu Merah dari MK, Anggaran Makan Bergizi Gratis Resmi "Diusir" dari Pos Pendidikan 20 Persen!Bukan Cuma UMP, Dedi Mulyadi Siapkan Senjata Pendidikan dan Rumah Gratis untuk Buruh Jabar

​Penyaluran dana tersebut dipakai untuk memastikan tagihan listrik dan air sekolah terbayar tanpa membebankan pungutan ke orang tua. Selain itu, alokasi dana juga dipakai mendirikan Ruang Kelas Baru (RKB), membangun unit sekolah baru, hingga melengkapi fasilitas laboratorium dan media pembelajaran digital.

​Jembatan Penyelamat Bagi yang Terlempar dari Sekolah Negeri

​Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sering kali meninggalkan kekecewaan bagi keluarga yang tidak lolos seleksi negeri. Namun, masuk sekolah swasta kini tak lagi menakutkan.

Melalui program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), Pemprov Jabar menggelontorkan Rp73 miliar pada 2026 untuk merangkul 31.663 siswa SMA dan SMK swasta.

​Bantuan ini membebaskan biaya SPP bulanan sebesar Rp150.000 untuk siswa SMA dan Rp175.000 untuk siswa SMK. Tak hanya itu, uang pangkal atau Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) juga ditanggung hingga Rp1,5 juta per siswa setiap tahun.

​Bagi keluarga prasejahtera, intervensi pemerintah bergerak lebih jauh. Sebanyak 38.887 siswa menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, sepatu, hingga buku senilai Rp1,8 juta per siswa per tahun. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp70 miliar dari APBD Jabar.

​Mencegah Angka Putus Sekolah Sebelum Terjadi

​Ancaman ekonomi sering menjadi alasan utama anak-anak berhenti di tengah jalan. Menanggapi potensi krisis sosial ini, skema jaring pengaman disiapkan secara presisi.

​Pemprov Jabar mengalokasikan dana khusus Rp70 miliar untuk membentengi 117.457 murid yang terancam drop out. Setiap siswa menerima suntikan iuran bulanan sebesar Rp600.000 per tahun agar tetap bisa bertahan di meja belajar.​Bukan Hadiah Pemerintah, Tapi Keringat Warga

0 Komentar