CIREBONINSIDER.COM – Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk pasrah. Di tengah tekanan transfer keuangan daerah yang sedang melambat, Kota Cirebon justru dilirik Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI sebagai model ketahanan wilayah berbasis ekonomi lokal.
Langkah ini mengemuka saat 24 peserta Kursus Kepemimpinan dan Manajemen Pertahanan (Suspim Kemhan) Tingkat I mendatangi Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Rabu (24/9/2026).
Fokus pertahanan negara kini tidak lagi sekadar urusan militer. Ketahanan ekonomi warga pesisir dan konektivitas kawasan menjadi fondasi utama pertahanan nirmiliter.
Baca Juga:Inovasi KDM: Defisit Anggaran Rp2,4 T, Ribuan ASN Jabar Dirombak Jadi Staf TU Sekolah demi Efisiensi GandaGaji PPPK Rp23 Triliun Masuk APBN 2027, Pemda Dilarang Beralasan Efisiensi
Kecil tapi Menentukan
Kota Cirebon secara administratif hanya membawahi lima kecamatan dan 22 kelurahan. Namun, posisinya di perlintasan simpul darat, laut, dan udara menjadikannya hub vital Jawa Barat bagian timur.
”Kami tidak melihat pembangunan hanya dalam batas administratif kota. Cirebon harus berdampak untuk seluruh kawasan Cirebon Raya hingga Kunci Bersama,” ujar Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman.
Integrasi wilayah ini dibuktikan lewat keberadaan Mal UKM. Fasilitas ini membendung lesunya pasar lokal dengan menjadi etalase bersama produk UMKM lintas kabupaten dan kota di sekitar Cirebon.
Inovasi Pelayanan di Tengah Efisiensi Fiskal
Tekanan efisiensi fiskal memaksa aparatur daerah berpikir melompati batas rutin. Pelayanan publik digeser ke mode jemput bola demi menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.
Salah satunya melalui pengoperasian Mobil Pangan Keliling atau Mall Pangling.
Inovasi ini memotong rantai distribusi pangan langsung ke pemukiman warga. Hasilnya, stabilitas harga terjaga tanpa membebankan anggaran daerah berskala besar.
”Ketika kondisi transfer keuangan sedang tidak baik-baik saja, kreativitas dan inovasi pelayanan tidak boleh mati,” kata Iing.
Benteng Pesisir dan Proyek Strategis Nasional
Posisi pesisir Kota Cirebon memiliki nilai strategis sekaligus rentan terhadap ancaman lingkungan. Guna memperkuat benteng pertahanan wilayah, sejumlah proyek strategis nasional mulai diintegrasikan secara terpadu.
Baca Juga:Pilkades 2027 Terancam Tertunda karena Efisiensi Anggaran, Begini Respons DPREfisiensi Ekstrem Kemenkeu Jatim: 18 Pegawai Kelola Rp1,7 Triliun, Wamenkeu Beri Pesan Menohok soal Integritas
Langkah pertama difokuskan pada pembangunan benteng laut atau Giant Sea Wall untuk mitigasi abrasi dan luapan air laut.
Selanjutnya, pemerintah memperkuat Pelabuhan Perikanan Kejawanan sebagai pusat logistik kelautan utama.Langkah ini makin lengkap dengan hadirnya program Kampung Nelayan Merah Putih serta Koperasi Kelurahan Merah Putih yang menyasar langsung peningkatan ekonomi warga pesisir.
