– Khairul Isma Arif, S.Pd (Kuwu Desa Krasak): Kepala Desa yang dinilai sangat peduli pendidikan melalui program “Ruang Belajar”.
3. Penghargaan Khusus “Guru Pejuang Pendidikan” (Pusdatin Kemendikdasmen RI)
Apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat diberikan kepada para guru yang gigih berdedikasi di lapangan, yakni:
– Anas (SMKN 1 Krangkeng)- Arie Wahyuni (SMPN 1 Losarang)- Hariyono (SDN 3 Kalianyar)- Hata Sagita (SDN 2 Lempuyang)- Mardiani (SMPN 1 Lohbener)- Widya Agustin (SMPN 1 Krangkeng)
Baca Juga:Sinyal Darurat Pernikahan Anak di Indramayu, Wabup Syaefudin 'Sidak' Sekolah, Tekankan Pendidikan Harga MatiAnggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp769,1 T: Taruhan Digitalisasi dan Akhir Era 'Guru Honorer Terabaikan'?
Budaya Bersih: Kompetisi ‘Beberes’ Sekolah
Selain prestasi individu, budaya kebersihan sekolah juga mendapat sorotan melalui Lomba Beberes Sekolah.
TK Aisyiyah Bustanul Athfal, SDN Sukahati, dan SMPN 1 Terisi berhasil menyabet Juara 1 di kategori masing-masing, membuktikan bahwa kenyamanan lingkungan belajar adalah fondasi utama pendidikan berkualitas.
Menutup rangkaian acara, Nur Aisah, guru SMPN 1 Patrol, berharap momentum ini menjadi pemacu bagi rekan sejawatnya untuk terus berinovasi.
Senada dengannya, Ayu Wandirah dari SMAN 1 Sindang berharap pendidikan di Indonesia terus memberikan ruang bagi siswa untuk meraih cita-cita tanpa batas.
Dengan struktur data yang faktual dan pencapaian yang terukur, pendidikan di Kabupaten Indramayu kini resmi mengirimkan sinyal kuat: mereka siap menjadi barometer kualitas pendidikan di Jawa Barat.(*)
