CIREBONINSIDER.COM — Warga Jawa Barat kini bisa bernapas lebih lega. Urusan berobat dan akses rumah sakit kini jauh dari kata rumit.
Pemprov Jabar bergerak cepat menyatukan kekuatan 86 rumah sakit strategis dalam satu jaringan besar. Mulai dari RSUD di daerah, pusat rujukan nasional, hingga fasilitas kesehatan swasta, semuanya dirangkul demi satu tujuan: tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapat pertolongan medis.
Jaring Pengaman Sosial: Non-BPJS Tetap Dilayani Setara Kelas 3
Bagaimana dengan warga yang belum terkaver BPJS atau asuransi kesehatan lainnya? Pemerintah tidak tinggal diam.
Baca Juga:BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, 55 Juta Kartu Peserta 'Mati'Stunting dan Akses Layanan Kesehatan Cirebon, Ujian Moral 423 Nakes Baru
Pemprov Jabar telah menyiapkan skema khusus penjaminan biaya. Siapa pun yang terkendala biaya tetap bisa berobat dengan standar layanan setara kelas 3.
”Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Sabtu (10/10/2026).
Stop Tradisi “Tunggu Viral”, Saatnya Sistem Jemput Bola
Selama ini, cerita warga sakit parah kerap baru mendapat perhatian setelah viral di media sosial atau sampai langsung ke meja gubernur. Pola reaktif seperti ini dinilai sudah tidak relevan lagi.
– Pasang Sensor Sosial di Daerah: Seluruh Pemkab dan Pemkot diinstruksikan membangun sistem pemantauan dini yang aktif membaca persoalan warga di akar rumput.
– Respons Kilat Tanpa Biarawati: Setiap keluhan di lapangan wajib langsung ditindaklanjuti tanpa harus menunggu birokrasi berbelit-belit.
Tersebar Luas: 86 Rumah Sakit Siap Melayani
Jaringan layanan kesehatan masif ini disokong penuh oleh 7 rumah sakit milik Pemprov Jabar serta 79 fasilitas mitra unggulan yang siap siaga:
– Pusat Rujukan Nasional & Swasta Pilihan: Meliputi RSCM Jakarta, RSPAD Gatot Soebroto, RS Jantung dan Anak Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RSPI Sulianti Saroso, RS Mata Cicendo, RS Hasan Sadikin Bandung, hingga jejaring Santosa Hospital dan RS Khusus Ginjal Ny. R.A. Habibie.
Baca Juga:UHC 100 Persen Kota Cirebon, Ketua DPRD Minta Pelayanan Kesehatan Tak hanya Manis di Atas KertasPemkot Cirebon Sapa Warga Pegambiran, Hadirkan Layanan Kesehatan, BPJS, hingga Pembuatan SIM
– RSUD Daerah & Kabupaten/Kota: Menjangkau seluruh pelosok Jabar lewat kehadiran RSUD Welas Asih, RSUD Pameungpeuk, RSUD Jampang Kulon, jajaran RSUD Bedas di Kabupaten Bandung, RSUD Cimacan Cianjur, RSUD Waled Cirebon, RSUD dr. Slamet Garut, RSUD Karawang, RSUD Bandung Kiwari, RSUD Kota Bogor, RSUD R. Syamsudin SH Sukabumi, RSUD Tani dan Nelayan Tasikmalaya, hingga puluhan RSUD daerah lainnya.
