Tak Cukup Kerja Keras, UMKM Lokal Kini Dibekali AI Google Gemini untuk Tembus Pasar Global

Tak Cukup Kerja Keras, UMKM Lokal Kini Dibekali AI Google Gemini untuk Tembus Pasar Global
Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang saat membuka program SIAP 2026 di SMESCO Hub, SME Tower, Jakarta Selatan, Selasa (29/9). Foto: Doc Kemen UMKM 

CIREBONINSIDER.COM— Lanskap bisnis bergerak amat cepat. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini tak bisa lagi hanya mengandalkan pola kerja konvensional.

​Di era serba digital, adaptasi teknologi bukan lagi pilihan sekadar gaya hidup, melainkan syarat mutlak untuk bertahan dan berkembang.

​Merespons tantangan tersebut, SMESCO Indonesia resmi meluncurkan SMESCO Incubation & Acceleration Program (SIAP) 2026 di SMESCO Hub, Gedung SME Tower, Jakarta Selatan.

Baca Juga:Desain Sering Dijiplak, DPR Minta Hak Cipta UMKM Buat Murah dan MudahBawa UMKM Naik Kelas, Inkubator Kampus Diubah Jadi Pabrik Bisnis Modern

​Langkah strategis ini diposisikan sebagai amunisi baru bagi UMKM lokal untuk memperkuat daya saing sekaligus menembus panggung pasar internasional.

​Bukan Pelatihan Biasa: AI Jadi Alat Tempur Utama

​Nilai pembeda utama SIAP 2026 terletak pada integrasi teknologi masa depan. SMESCO menggandeng Google Gemini lewat sesi khusus bertajuk “UMKM Naik Kelas Bareng Gemini AI”.

​Di sesi ini, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tak lagi dibahas sebagai wacana teori yang rumit. AI dihadirkan sebagai alat praktis untuk efisiensi operasional harian.

​Mulai dari riset tren pasar, otomatisasi layanan konsumen, hingga penyusunan strategi pemasaran global.

​Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menegaskan pentingnya adaptasi ini agar UMKM tidak tertinggal di tengah pergeseran arus industri.

​”UMKM perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi. AI dapat menjadi salah satu alat untuk mendukung pengembangan usaha,” tegas Doddy.

​Tak berhenti di pemahaman konsep, peserta juga diperkenalkan pada platform digital Usahaku.ai. Solusi ini hadir mempermudah pengelolaan manajemen usaha secara terintegrasi dan responsif.

Baca Juga:Telur Jabar Naik Kelas, Tembus Pasar Global hingga Hemat Anggaran MBG Rp4,23 Triliun​Sumpia Udang Rebon Cirebon Tembus 1 Ton Sehari, Siap Invasi Pasar Global

​Membangun Ekosistem, Bukan Berjuang Sendiri

​Di tengah persaingan ekonomi yang makin ketat, pelaku usaha sering kali kandas jika berjuang sendirian. Transformasi bisnis yang berkelanjutan butuh dukungan lintas sektor yang solid.

​Doddy menggarisbawahi bahwa keberhasilan UMKM naik kelas bertumpu pada kolaborasi banyak pihak.

​”UMKM tidak bisa berkembang sendiri. Dibutuhkan teknologi, pembiayaan, akses pasar, dan jejaring,” ujarnya.

​Sinergi nyata ini dibuktikan lewat keterlibatan jejaring mitra strategis. Sektor perbankan dan infrastruktur digital seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), PANDI, MWX, serta CDSI hadir memperkuat struktur program.

​Program ini turut didukung jejaring ekosistem seperti KANCA, PrimaGraphia, Savlo.id, Sanggabiz, TOCO, RHB Management, Usahaku.id, ILDES, GTE (Future Minds Global), hingga LSPR. Sementara Peluang dan Warta Ekonomi bertindak sebagai mitra media resmi.

0 Komentar