CIREBONINSIDER.COM— Raungan mesin motor tua memecah keheningan Halaman Parkir GOR Watubelah, Sabtu (3/10/2026). Ratusan kuda besi lintas zaman dari berbagai pelosok Nusantara memadati Kabupaten Cirebon. Mereka hadir untuk merayakan Jambore Nasional (Jamnas) Motor Antique Club Indonesia (MACI) ke-31.
Namun, hajatan besar tahunan ini tidak berhenti sebagai ajang pamer besi tua atau sekadar touring antarkota. Di balik riuhnya deru mesin klasik, ada roda ekonomi warga lokal yang ikut berputar kencang.
Bukan Cuma Bising dan Jejak Ban
Pandangan miring tentang keberadaan komunitas otomotif ditepis tegas oleh Ketua MACI Cabang Cirebon, Hadi Saputro. Ia menekankan bahwa kehadiran ribuan biker harus membawa dampak positif nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga:Bupati Imron Deadline Birokrasi Cirebon, Tindak Kontraktor Nakal dan Amankan BKK DesaCirebon Targetkan Mandiri Pangan, Bupati Imron: Desa Cantik Jadi Kunci Suplai Makan Gizi Gratis
”MACI datang ke Kabupaten Cirebon bukan cuma meninggalkan bising suara motor dan jejak ban,” tegas Hadi di hadapan para peserta. “Kami ingin meningkatkan manfaat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.”
Pesan itu disampaikan lewat gaya khas komunitas yang lugas dan jenaka. Hadi mengajak para peserta tak ragu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta oleh-oleh khas daerah.
”Motor boleh penuh oleh-oleh, baju boleh penuh oleh-oleh. Tapi dompet… jangan tetap penuh, kurangi! Habiskan di Kabupaten Cirebon biar perekonomian tetap gaspol,” serunya yang disambut riuh para peserta.
Berkah Kuliner dan Okupansi Hotel
Dampak perputaran uang dari ajang ini diakui langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, saat membuka acara secara resmi. Menurutnya, kedatangan ribuan pengunjung luar daerah menjadi momentum emas mempromosikan potensi daerah, terutama kekayaan wisata kuliner.
”Kalau datang ke Kabupaten Cirebon, mangga jalan-jalan dan nikmati ciri khas daerah kami. Kuliner di Kabupaten Cirebon ini sangat banyak,” ujar Imron.
Sektor kuliner ikonis seperti Empal Gentong, Nasi Jamblang, hingga Tahu Gejrot diserbu para peserta. Efek domino gelaran skala nasional ini dirasakan langsung oleh pedagang oleh-oleh, warung makan rakyat, hingga lonjakan okupansi perhotelan dan penginapan di sekitar kawasan Watubelah dan pusat Kota Cirebon.
Merawat Sejarah, Membawa ManfaatBagi keluarga besar MACI, hobi merawat motor antik kini berkelindan rapat dengan solidaritas sosial. Motor klasik bukan sekadar benda mati berdebu, melainkan perantara silaturahmi dan penggerak ekonomi kerakyatan.
