CIREBONINSIDER.COM— Masalah anak putus sekolah di Jawa Barat kini ditangani dengan pendekatan baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mentransformasi skema bantuan pendidikan daerah melalui Program Jabar Sakola (PJS).
Langkah ini dirancang untuk menutup celah finansial yang kerap menjegal langkah anak-anak rentan, sekaligus memastikan tidak ada anggaran negara yang tumpang tindih.
Kepastian ini ditegaskan dalam sosialisasi PJS di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (1/10/2026). Forum tersebut menghadirkan jajaran Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I hingga XIII.
Baca Juga:Lawan Hoaks Desa, Warga Indramayu Kini Dijadikan Benteng Informasi Digital JabarGarda Terdepan Jabar, Stunting Anjlok ke 15,9 Persen Berkat Gerilya Kader PKK
Pangkas Duplikasi Data, Kunci Penyaluran Tepat Sasaran
Selama ini, problem mendasar bantuan pendidikan berkutat pada pendataan yang bertumpuk. Banyak keluarga tidak mampu yang terlewat hanya karena namanya tak tercatat di basis data nasional.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, menegaskan bahwa PJS hadir sebagai jawaban berbasis data presisi. Seluruh calon penerima bantuan kini dipadankan langsung dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
”Kita pastikan tidak ada duplikasi dengan bantuan pusat seperti PIP atau PKH. Bantuan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” tegas Ibrahim.
Pemeriksaan data pun tidak berhenti di layar komputer. Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menginstruksikan jajaran di 13 KCD untuk menyisir langsung rumah warga. Bantuan baru dicairkan setelah lolos verifikasi faktual di lapangan.
Empat Amunisi Jabar Sakola untuk Siswa SMA, SMK, dan SLB
Skema Jabar Sakola dirancang fleksibel untuk merespons berbagai bentuk kebutuhan siswa di lapangan.
1. PJS Personal: Amankan Kebutuhan Harian Siswa
Bantuan ini menyasar siswa dari keluarga sangat rentan (Desil 1) yang belum terjangkau PKH maupun PIP. Fokusnya bukan sekadar biaya sekolah, melainkan ongkos transportasi, pembelian seragam, hingga buku penunjang. Hal-hal kecil inilah yang kerap membuat anak patah semangat dan memilih berhenti sekolah.
2. PJS Operasional: Keringanan SPP hingga Prioritas SLB
Program ini memberikan subsidi SPP tahunan bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta kelompok ekonomi rentan (Desil 1 dan 2). Menariknya, khusus jenjang SLB swasta, seluruh siswa berhak mendapatkan fasilitas ini tanpa dibatasi kriteria desil ekonomi.
