Proyeksi nilai pasar di Australia mencatatkan angka US$ 2,4 ribu atau sekitar Rp 37 juta. Meski terhitung skala awal, arena ini tergolong sangat “hijau” karena hampir belum ada pengusaha UMKM lokal yang menggarapnya secara serius.
Sementara itu, Amerika Serikat menyimpan potensi jauh lebih masif. Pasar Paman Sam diproyeksikan mampu menyerap hingga US$ 161 ribu atau mendekati Rp 2,5 miliar.
Besarnya komunitas diaspora Asia di wilayah Pesisir Barat dan Timur Amerika menjadi penggerak utama permintaan. Sayangnya, ceruk pasar super potensial ini masih sangat minim pemain dari dalam negeri.
Baca Juga:Tembus Pasar Spanyol, Produk Olahan Kelapa Karya Warga Binaan Indramayu Resmi DieksporLepas dari Tengkulak, Kopi Java Buana Cermai Siap Masuk Pasar Ekspor lewat Indikasi Geografis
Standar Ketat Tembus Pasar Global
Meski peluangnya sangat menggiurkan, menembus pasar internasional tidak bisa sekadar mengandalkan petik lalu kirim.
Otoritas karantina luar negeri memberlakukan standar yang sangat ketat. Lembaran daun pisang wajib bebas dari hama dan penyakit tanaman, tidak robek, serta melalui proses sterilisasi khusus.
Penggunaan teknik pembekuan cepat (vacuum blast freezing) menjadi kunci utama agar tekstur, warna hijau, dan aroma alami daun tetap terjaga sempurna saat tiba di tangan pembeli di belahan bumi lain.
Peluangnya terbuka lebar, bahan bakunya melimpah di pelosok tanah air, dan pasarnya sudah menanti. Tinggal bagaimana UMKM lokal berani mengambil peluang emas ini.(*)
