Ubah Mentalitas: Dari Pencari Kerja Menjadi Pembuat Lapangan Kerja
Di luar penyerapan pabrik, Dian Rachmat Yanuar mendorong para alumni pelatihan untuk berani mengambil jalur kemandirian ekonomi. Menurutnya, tren gaya hidup masyarakat saat ini membuka peluang bisnis jasa yang sangat luas.
”Jangan terpaku bekerja di pabrik. Usaha custom tailoring, modiste, alteration, hingga sample maker punya pasar yang sangat dinamis. Sama halnya dengan barbershop dan barista yang kini sudah jadi bagian gaya hidup,” jelas Dian.
Ia menekankan bahwa modal utama wirausaha bukanlah uang melimpah, melainkan konsistensi, standar kualitas, dan kekuatan jaringan (networking).
Baca Juga:12 Ribu Pengangguran Bayangi Cirebon: Kala Ijazah Tak Lagi Cukup, Jalur Vokasi Jadi Penyelamat60 Ribu 'Tiket Kerja' di KEK dan PSN Dibuka, Menaker Yassierli Bongkar Jalur Vokasi Kemnaker 2026
”Hari ini Anda bertemu ratusan orang. Saling tukar pikiran dan informasi. Orang yang terus membangun silaturahmi akan menemukan pintu peluang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” tambahnya.
Aksi Spektakuler: Target Rekor MURI Cukur Rambut
Sebagai ajang pembuktian kualitas lulusan sekaligus pemicu promosi daerah, Pemkab Kuningan memberikan lampu hijau terhadap rencana aksi rekor MURI.
Disnaker merencanakan menggelar pangkas rambut massal yang melibatkan 1.000 hingga 1.500 peserta terampil hasil binaan vokasi daerah.
Agenda yang turut dihadiri Wakil Bupati Tuti Andriani, Unsur DPRD, Forkopimcam, hingga BAZNAS Kabupaten Kuningan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun kemandirian ekonomi daerah mulai dari tingkat desa.(*)
