​Awas Masterplan Fosil! Pemprov Jabar Peringatkan Proyek Rebana Jangan cuma Kertas

​Awas Masterplan Fosil! Pemprov Jabar Peringatkan Proyek Rebana Jangan cuma Kertas
Sekda Jabar Herman Suryatman memimpin rapat JCC JICA terkait masterplan pembangunan kawasan industri Metropolitan Rebana di Jakarta. Foto: Doc Pemprov Jabar

​Keempat, komitmen penuh tujuh kabupaten dan kota. Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Subang, dan Kota Cirebon diposisikan sebagai pemeran utama eksekusi, sementara Pemprov dan Pemerintah Pusat berperan sebagai pengarah dan penyelaraskan kebijakan.

​Menghidupkan Kertajati Lewat Hub Penerbangan MRO

​Selain lahan industri, simpul konektivitas utama yang menjadi sorotan adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Pelabuhan Patimban.

​Selama ini, optimalisasi BIJB Kertajati terus diuji. Untuk menghidupkan ekosistemnya, Pemprov Jabar mendorong transformasi fungsi bandara agar tidak melulu bergantung pada penerbangan komersial penumpang.

Baca Juga:​331 Anak Cirebon Putus Sekolah, Ancaman Nyata di Tengah Ambisi Mega Proyek RebanaKawasan Rebana Dikepung Industri, Nasib Lumbung Padi Cirebon Dipertaruhkan di ATR/BPN

​Kertajati kini diproyeksikan menjadi pusat industri perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

​Skenario integrasi ini dirancang menyambungkan layanan MRO bandara dengan akses Jalan Tol Cisumdawu, Pelabuhan Patimban, serta kawasan industri penyangga di Subang dan Majalengka. Bila seluruh simpul ini terkoneksi rapi, Rebana bakal menjelma jadi ekosistem logistik modern yang sangat kompetitif di Asia Tenggara.

​Kerja sama dengan JICA diharapkan tidak cuma membawa modal fisik, tetapi juga mengadopsi standar Jepang dalam membangun kawasan industri yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta adil bagi warga setempat.

​Bola kini berada di tangan para pemangku kepentingan. Masterplan sudah di tangan, kini saatnya pembuktian di lapangan.(*)

0 Komentar