Perbatasan Kalbar Gawat, 400 Jalur Tikus dan Jebakan Calo Medsos Luluskan Ribuan PMI Ilegal

Komisi-IX-DPR-RI
Suasana Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Pontianak. Para legislator menyoroti temuan 400 jalur tikus dan tingginya angka PMI ilegal. Foto: Dok. DPR RI

​Sektor jasa, perkebunan, hingga caregiver di Malaysia memang masih menjadi magnet ekonomi yang menggiurkan. Namun, menghentikan rantai PMI ilegal tidak bisa sekadar mengandalkan pemulangan dan penindakan di perbatasan.

​Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul, menekankan pentingnya pendekatan hulu-hilir. Kuncinya ada pada pemutusan mata rantai ketergantungan melalui pemberdayaan ekonomi purna-PMI di daerah asal.

​“Penanganan tidak boleh berhenti di pemulangan. BP2MI dan KP2MI harus mendampingi mereka memanfaatkan modal dan pengalaman kerja menjadi usaha produktif atau UMKM di daerah asal,” tegas Zainul.

Baca Juga:​Kasus Laporan Meroket, Pemkab Cirebon Pasang Badan Lindungi Calon PMI dari Jerat CaloAduan Kasus Meledak di Kantong PMI Cirebon, Antara Ancaman Jalur Tikus dan Janji Pabrik Lokal

​Pendampingan berkelanjutan dari sebelum berangkat, selama bekerja, hingga purna-kerja terbukti mampu menciptakan kemandirian ekonomi. Jika modal hasil merantau dikelola menjadi bisnis lokal yang menguntungkan, keinginan warga untuk kembali berangkat secara ilegal dapat diredam secara alami.

​4 Langkah Strategis Penguatan Perbatasan

​Menghadapi kompleksitas modus operandi sindikat, Komisi IX DPR RI mendorong penguatan sinergi lintas lembaga antara Kepolisian, Imigrasi, KP2MI, dan Pemerintah Daerah:

Pertama, ​Sapu Bersih Celah Tikus: Memfokuskan pengawasan dan patroli ketat pada 400 titik rawan yang telah dipetakan.

Kedua, ​Penindakan Siber: Mengandeng Satgas Siber Polri untuk menindak tegas akun-akun calo perekrut di media sosial.

Ketiga, ​Edukasi Prosedural: Memperluas sosialisasi jalur resmi langsung ke tingkat desa dan kawasan perbatasan.

Terakhir, ​Inkubasi Bisnis Purna PMI: Mengalokasikan pelatihan wirausaha dan akses modal usaha agar modal PMI terwujud menjadi UMKM produktif.(*)

0 Komentar