CIREBONINSIDER.COM– Di kaki Gunung Ciremai, sebuah situs arkeologi dari masa 2.000 SM kembali menjadi sorotan nasional.
Bukan sekadar tumpukan batu bisu, Situs Cipari di Kabupaten Kuningan baru-baru ini ditegaskan sebagai bukti konkret kecerdasan teknik manusia prasejarah yang unik dan berbeda dari wilayah lain di Nusantara.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam kunjungan kerjanya pada Sabtu lalu, menyoroti anomali konstruksi sarkofagus di Cipari.
Baca Juga:Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman BudayaWali Kota Cirebon Serahkan LKPD 2025 ke BPK Jabar, Bidik Predikat WTP dengan Budaya Integritas
Jika umumnya peti kubur batu purba ditemukan dalam bentuk monolit (satu batu utuh yang dipahat), Cipari menyuguhkan sesuatu yang revolusioner pada zamannya: Teknologi Panel Batu.
Anomali Konstruksi: Bukan Sekadar Batu Utuh
Keunikan utama yang membuat Situs Cipari unggul secara komparatif adalah teknik perakitannya.
“Temuan sarkofagus di sini sangat unik. Terdiri dari empat lempengan batu andesit yang disusun presisi, bukan dari satu batu utuh,” ungkap Fadli Zon saat meninjau situs tersebut.
Perbedaan teknik ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan indikator tingkat peradaban.
Penggunaan empat lempengan batu menunjukkan bahwa masyarakat Kuningan pada masa Neolitikum hingga Megalitikum (rentang 2.000 SM – 500 SM) telah mengenal konsep konstruksi modular dan pengolahan material andesit yang lebih kompleks.
Hidupkan ‘Laboratorium’ Prasejarah melalui Digitalisasi
Pemerintah melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat tidak hanya berhenti pada tahap konservasi. Saat ini, Museum Cipari tengah bertransformasi menjadi ruang edukasi modern dengan sentuhan digital.
Tujuannya jelas: agar narasi sejarah ribuan tahun lalu tetap relevan bagi generasi Z. Revitalisasi ini mencakup penyajian alur cerita yang rapi serta penggunaan teknologi informasi untuk memvisualisasikan kehidupan masa lalu.
Baca Juga:Putus Rantai Tengkulak, Kopdes Merah Putih Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi GratisFKSM 2025: Kementerian Kebudayaan Sukses Ubah Gudang Pelabuhan Cirebon Jadi Ruang Seni Publik
Selain itu, keberadaan amphitheater dengan lanskap alam yang mendukung menjadikan situs ini sebagai ruang budaya yang hidup, bukan sekadar monumen mati.
Urgensi Ekskavasi: Mencari ‘Kota’ yang Hilang
Meski telah diekskavasi sejak awal 1970-an, potensi Situs Cipari diyakini belum sepenuhnya terungkap. Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan para peneliti untuk memulai fase ekskavasi baru.
Ada kemungkinan besar bahwa di sekitar area pemakaman batu ini, masih terpendam jejak-jejak pemukiman purba yang bisa menjelaskan lebih detail bagaimana struktur sosial masyarakat Jawa Barat di masa ribuan tahun sebelum Masehi.
