Menanti Transparansi Seleksi di Tengah Keterbatasan
Secara kritis, capaian 91 persen jalan mantap merupakan prestasi administratif yang patut diapresiasi. Namun, publik kini menanti bagaimana DPUTR mengelola sisa 9 persen jalan yang rusak di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
Transparansi dalam menentukan skala prioritas—seperti perbaikan di Jalan Garuda, Jalan Arya Kemuning, hingga Jalan Pancuran yang masuk dalam rencana selanjutnya—menjadi kunci agar tidak muncul kesan ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Pemerintah kota dituntut lebih taktis. Tanpa perbaikan drainase yang mumpuni, aspal semahal apa pun akan rentan hancur saat cuaca ekstrem melanda Pantura.
Baca Juga:Transformasi Digital Jadi Tantangan Mendes PDT dan Peta Jalan Ekspor TanggamusGebrakan Pasca Lebaran: Lucky Hakim 'Todong' Kepala OPD Indramayu Selesaikan Masalah Sampah dan Jalan
Masyarakat kini menunggu, apakah target “Kota Mantap” ini akan benar-benar dirasakan nyata di setiap jengkal jalan, atau sekadar menjadi deretan angka dalam laporan tahunan.(*)
