Dilema 91 Persen Jalan Mantap Kota Cirebon: Ambisi Mulus yang Terganjal Celah Anggaran Rp100 Miliar

Perbaikan-Ruas-Jalan-Kota-Cirebon
Infografis DPUTR Kota Cirebon mengenai daftar 9 ruas jalan yang telah dilakukan pemeliharaan rutin tahun 2026, termasuk Jalan Cipto Mangunkusumo dan Jalan Kartini. Foto: Screenshot Instagram @pemdakotacrb

​CIREBONINSIDER.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon mencatatkan progres signifikan dalam pemeliharaan infrastruktur jalan daerah.

Berdasarkan pemutakhiran data terbaru, sekitar 91 persen dari total 139 kilometer ruas jalan di Kota Udang ini kini dinyatakan dalam “Kondisi Mantap”.

Namun, di balik angka statistik yang impresif tersebut, tantangan finansial besar masih membayangi upaya penuntasan infrastruktur secara menyeluruh.

Baca Juga:Transformasi Digital Jadi Tantangan Mendes PDT dan Peta Jalan Ekspor TanggamusGebrakan Pasca Lebaran: Lucky Hakim 'Todong' Kepala OPD Indramayu Selesaikan Masalah Sampah dan Jalan

​Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman, menegaskan bahwa angka 91 persen tersebut menjadi kompas bagi pemerintah dalam menentukan skala prioritas.

Meski mayoritas jalan sudah laik fungsi, sisa ruas yang mengalami kerusakan ringan tetap menjadi titik krusial yang menanti sentuhan perbaikan agar tidak berdampak pada mobilitas warga.

​Realisasi Pemeliharaan 9 Ruas Jalan Strategis

​Sebagai bukti nyata di lapangan, Pemerintah Kota Cirebon melalui DPUTR telah menuntaskan pemeliharaan rutin pada sejumlah jalur urat nadi ekonomi.

Integrasi data visual menunjukkan bahwa hingga April 2026, terdapat setidaknya sembilan ruas jalan utama yang telah dibenahi guna menjaga kenyamanan berkendara, di antaranya:

– ​Koridor Utama: Jalan Kartini dan Jalan Cipto Mangunkusumo.

– ​Jalur Pendidikan dan Bisnis: Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Pemuda Raya.

– ​Akses Pemukiman & Logistik: Jalan Dukuh Semar, Jalan Kantor, Jalan Terusan Pemuda, Jalan Bima, hingga Jalan Cirebon Permai III.

​”Penanganan jalan kami lakukan melalui pemeliharaan rutin yang berjalan bertahap sepanjang tahun. Langkah ini menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Rachman di Cirebon, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:Gebrakan Mudik 2026: Mobil Dinas Gubernur Jabar Disulap Jadi RS Berjalan di Tol KarawangPemkot Cirebon Siapkan Betonisasi, Solusi Atasi Jalan Ciremai Raya yang Kerap Rusak

​Celah Anggaran Rp100 Miliar dan Proyek Jembatan

​Kendala klasik yang menghambat target “100 persen jalan mulus” di Kota Cirebon adalah keterbatasan fiskal.

Untuk mencapai standar kemantapan jalan yang sempurna secara menyeluruh, DPUTR memproyeksikan kebutuhan anggaran yang cukup fantastis.

​”Jika bicara kebutuhan anggaran untuk penuntasan jalan saja, diperkirakan mencapai Rp80 miliar hingga Rp100 miliar,” ungkap Rachman.

​Angka tersebut rupanya belum termasuk biaya perbaikan infrastruktur pendukung seperti trotoar dan sistem drainase yang seringkali menjadi pemicu utama kerusakan aspal.

Selain itu, satu proyek “raksasa” yang kini menjadi atensi khusus adalah perbaikan Jembatan Cikalong Rinjani yang diestimasi menelan dana sekitar Rp15 miliar.

0 Komentar