Gugatan Moral Gen Z Cirebon, Ketika Pragmatisme Politik Mulai Menggerus Idealisme

Wakil-Wali-Kota-Cirebon-Siti-Farida-Rosmawati
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati (tengah) berbicara dalam forum diskusi Genpol InterAksi di Gedung DPRD Kota Cirebon. Foto: Dok. Pemkot Cirebon

​”Pragmatisme tanpa kendali membuat kita berisiko kehilangan kompas moral. Tujuan forum ini bukan menghakimi mana yang paling idealis atau paling benar, melainkan membekali anak muda agar paham realitas lapangan tanpa harus mengorbankan prinsip,” ujar Mario.

​Tantangan Gen Z Cirebon: Melampaui Transaksional

​Fenomena pragmatisme politik di daerah seperti Cirebon erat kaitannya dengan tantangan ekonomi riil, seperti akses lapangan kerja dan ruang ekspresi yang terbatas. Kondisi ini membuat narasi transaksional mudah masuk dan diterima sebagai “hal rasional”.

​Untuk membendung arus tersebut, Genpol mendorong pembentukan ekosistem pemuda yang bernalar kritis melalui tiga jalur pendekatan:

Baca Juga:Ujian Pertama Gus Kikin, Mampukah Kabinet Baru PBNU Lepas dari Bayang Politik?Bukan Cuma Tensi Politik, 12 Ribu Porsi Makan Gratis Amankan Pasokan Gizi Muktamar Ke-35 NU

Pertama, ​Perspektif Politisi: Memahami taktik, ruang kompromi, dan artikulasi kebijakan di dalam sistem legislatif maupun eksekutif.

Kedua, ​Perspektif Aktivis: Menjaga kepekaan rasa, pengawalan isu akar rumput, serta keberanian menyuarakan ketimpangan.

Ketiga, ​Perspektif Akademisi: Membedah persoalan dengan riset, kerangka pemikiran sistematis, serta akurasi data yang teruji.

​Trifungsi sudut pandang ini diharapkan mampu mengubah cara pandang Gen Z Cirebon: dari sekadar penonton pasif atau objek transaksional, menjadi agen perubahan yang menguasai data dan berani mengeksekusi solusi.(*)

0 Komentar