Cara Cerdas Guru Kemenag 'Sakti' Kelola Materi Ajar Pakai AI NotebookLM

Pelatihan-AI-NotebookLM
Pelatihan AI NotebookLM Guru Kemenag Pusbangkom Ramadan 2026. Foto: Kemenag RI

​CIREBONINSIDER.COM– Memasuki bulan Ramadan 2026, kreativitas pendidik di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) terus dipacu melampaui batas konvensional.

Bukan sekadar mengajar, para guru kini dibekali “senjata” kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk menyulap materi ajar yang rumit menjadi sajian yang mendalam namun tetap praktis.

​Melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan, Kemenag resmi meluncurkan Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan. Fokus utamanya adalah membedah teknologi revolusioner: AI NotebookLM.

Baca Juga:Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang! Kuota 20.000, Cek Syarat dan Jadwal TerbaruPangkas Biaya Jutaan Rupiah, Menaker Gratiskan Pelatihan Ahli K3 Umum 2026: Respons Cepat Sentilan KPK

​Ramadan Jadi Momentum Akselerasi Digital

​Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan tidak boleh kendur meski di tengah ibadah puasa.

Baginya, teknologi AI adalah solusi konkret bagi guru untuk meningkatkan kualitas pengabdian secara efektif dan efisien.

​”Bulan Ramadan bukan penghalang, melainkan momentum terbaik. Kami ingin memberikan solusi praktis agar guru dapat menyusun bahan ajar yang lebih terstruktur dan menarik menggunakan bantuan AI,” ujar Mastuki di Ciputat, Sabtu (7/3/2026).

​NotebookLM: ‘Asisten Pintar’ Penakluk Dokumen Kompleks

​Tantangan klasik guru saat ini adalah tumpukan referensi yang kian kompleks—mulai dari buku teks tebal, jurnal ilmiah, hingga regulasi pendidikan yang dinamis. Di sinilah peran NotebookLM menjadi krusial.

​Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom, Nuraini, M.Pd., narasumber utama dalam sesi ini, menyebut AI tersebut sebagai mitra strategis. Dengan NotebookLM, proses riset yang biasanya memakan waktu berjam-jam kini bisa diringkas menjadi hitungan menit.

​”Berbagai dokumen pembelajaran dapat dirangkum, dianalisis, bahkan dikembangkan menjadi studi kasus hingga soal evaluasi secara sistematis. Ini adalah The Ultimate Smart Teaching Hack yang nyata,” jelas Nuraini.

​Bukan Sekadar Tren, Tapi Transformasi Bermakna

​Lebih lanjut, Nuraini menekankan bahwa poin utama pelatihan ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan bagaimana AI mampu membuat pembelajaran lebih kontekstual bagi siswa.

Baca Juga:Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Psikososial Keluarga PMI di Pangkalanpari Jatitujuh MajalengkaWamenaker Klaim Michelin Batal PHK 280 Karyawan, Tawarkan Pelatihan Ulang

​Pemanfaatan AI diarahkan untuk mengubah sumber belajar yang “berat” menjadi materi yang “renyah” dan mudah dipahami. Strategi ini diharapkan mampu memicu transformasi digital pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

​Informasi Pendaftaran dan Jadwal

​Pelatihan ini akan mengupas tuntas teknik merangkum sumber belajar hingga penyusunan bahan ajar interaktif yang kompetitif di era digital.

0 Komentar