CIREBONINSIDER.COM – Provinsi Jawa Barat kembali bersiap menghadapi ujian tahunan sebagai wilayah paling krusial dalam peta pergerakan manusia di Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 H, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin arus mudik yang aman, infrastruktur yang mumpuni, serta stabilitas harga pangan yang terjaga.
Hal tersebut disampaikan Erwan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 di Aula Polda Jabar, Senin (2/3/2026).
Baca Juga:Sisa 660 Kursi! Kuota Mudik Gratis Jabar 2026 Menipis, Tiga Rute Ini Masih TersediaLebih Aman Mudik! Dishub Indramayu "Sikat" Rambu Kusam di Pantura Jelang Ramadan 2026
Pertemuan strategis ini mempertemukan kekuatan penuh dari TNI, Polri, BMKG, Basarnas, Pertamina, hingga pengelola jalan tol seperti Jasa Marga.
Jawa Barat: Titik Temu “Lintasan dan Tujuan”
Erwan menekankan bahwa Jawa Barat memiliki karakteristik geografis dan demografis yang unik.
Jabar bukan sekadar daerah penyangga, melainkan titik temu antara jutaan orang yang pulang kampung ke wilayah internal Jabar dan jutaan lainnya yang melintas menuju Jawa Tengah serta Jawa Timur.
”Karakteristik kita unik. Jabar adalah daerah tujuan sekaligus lintasan utama. Jutaan orang bergerak masuk dan keluar secara bersamaan. Inilah mengapa sinergi lintas sektoral menjadi harga mati,” ujar Erwan Setiawan.
Fokus Utama: Jalan Mulus dan Mitigasi Bencana
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, Pemprov Jabar telah memetakan titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan secara mendetail. Tak hanya soal volume kendaraan, faktor alam juga menjadi perhatian serius.
– Infrastruktur: Perbaikan jalan provinsi dan jalur alternatif terus dikebut.
– Mitigasi Bencana: Bekerja sama dengan BMKG, titik rawan longsor dan banjir dipantau secara real-time untuk mencegah hambatan arus.
– Respon Cepat: Perangkat daerah diinstruksikan bergerak lincah tanpa sekat birokrasi jika terjadi kendala di lapangan.
Baca Juga:NATARU 2025/2026: 119,5 Juta Pemudik Bakal Picu Kemacetan Parah, Begini Strategi KemenhubCabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Wali Kota Cirebon Sidak Pasar Jagasatru dan SPBU Jelang Idulfitri
Menjaga “Isi Piring” Pemudik
Selain urusan aspal, Erwan Setiawan memberikan instruksi khusus terkait stabilitas harga pangan. Ia meminta pihak terkait untuk memastikan rantai distribusi pangan tidak terganggu oleh kemacetan mudik.
”Kelancaran lalu lintas harus sejalan dengan kelancaran logistik pangan. Jangan sampai ada kelangkaan atau lonjakan harga yang memberatkan masyarakat menjelang hari kemenangan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap mendukung penuh skema pengamanan yang disiapkan kepolisian guna memastikan Mudik 2026 menjadi perjalanan yang berkesan, aman, dan minim kendala bagi seluruh warga.(*)
