IPM Kota Cirebon Tembus 78,99: Rekor Tertinggi di Ciayumajakuning dalam LKPJ 2025 Effendi Edo

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo sampaikan LKPJ 2025 di Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, bahas kenaikan IPM dan ekonomi. Foto: Humas Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Tahun pertama kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati menorehkan catatan impresif pada sektor pembangunan manusia.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon, Kamis (26/3/2026), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 mengungkap lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai angka 78,99.

​Angka ini bukan sekadar pencapaian statistik, melainkan pengukuhan posisi Kota Cirebon sebagai pemilik kualitas SDM terbaik di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).

Baca Juga:Prabowo 'Gedor' Danantara: Perintahkan 100 GW Energi Surya dan Ultimatum Swasembada 4 Tahun!Setahun Kepemimpinan Edo-Farida: Mahasiswa Tagih Janji 'Cirebon SETARA', Wali Kota Jawab Kritik dengan Aksi

Lonjakan 0,9 poin ini ditopang oleh Umur Harapan Hidup yang menyentuh 75,97 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah di angka 10,54 tahun.

​Resiliensi Ekonomi dan Tantangan Pengangguran

​Di tengah dinamika ekonomi global, Kota Cirebon mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,34%.

Sektor perdagangan, transportasi, dan jasa keuangan tetap menjadi motor penggerak utama yang mendongkrak PDRB per kapita hingga menyentuh Rp89,6 juta per tahun.

​”Tahun 2025 adalah fase krusial bagi kami untuk meletakkan fondasi visi ‘Setara Berkelanjutan’. Kami berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 8,66%,” ujar Wali Kota Effendi Edo.

Namun, ia juga memberikan catatan kritis pada angka pengangguran terbuka yang berada di level 6,41%.

“Ini akan menjadi prioritas kami melalui penguatan vokasi dan lapangan kerja padat karya ke depan,” tegasnya.

​Realisasi APBD: Digitalisasi Pajak Dongkrak PAD

​Performa fiskal Pemkot Cirebon menunjukkan tren stabil dengan efektivitas serapan anggaran yang tinggi:

– ​Pendapatan: Terealisasi Rp1,631 Triliun (93,99% dari target).

– ​PAD: Menyumbang Rp658,8 Miliar, berkat akselerasi transformasi digital layanan pajak.

Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSidak Pasca Lebaran 2026: 99% ASN Kota Cirebon Masuk Kerja, Wali Kota Beri Warning Khusus Pejabat

– ​Belanja: Terserap Rp1,649 Triliun (92,49%), dialokasikan tajam untuk layanan dasar dan infrastruktur publik.

​Terobosan Sektor Publik: Beasiswa IDOLA hingga Revitalisasi TPA

​Sepanjang 2025, sejumlah program unggulan berhasil dieksekusi secara nyata:

– ​Pendidikan: Peluncuran Beasiswa IDOLA, program Sekolah Rakyat, dan renovasi 55 gedung sekolah.

– ​Kesehatan: Raihan Universal Health Coverage (UHC) 100,46%, penurunan stunting ke 14,07%, dan deklarasi 100% Bebas BABS (ODF).

– ​Infrastruktur: Perbaikan 26 ruas jalan (7,28 km), renovasi 276 unit Rutilahu, serta revitalisasi strategis TPA Kopiluhur.

​Menutup laporannya, Effendi Edo menyampaikan apresiasi atas kemitraan harmonis dengan DPRD dan Forkopimda.

Ia berharap rekomendasi legislatif nantinya dapat memperkuat perencanaan pembangunan agar Kota Cirebon kian sejahtera dan tertata di tahun-tahun mendatang.(*)

0 Komentar