Menko PMK Tegaskan Tak Ada Sekolah Daring, Instruksikan Pangkas Perjalanan Dinas Non-Esensial

Transformasi-Pendidikan-Lurinh-dan-Efisiensi-Birokrasi
Menko PMK memberikan arahan transformasi pendidikan luring dan efisiensi birokrasi dalam rapat koordinasi internal Maret 2026. Foto: Humas Kemenko PMK

CIREBONINSIDER.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menegaskan bahwa situasi krisis global saat ini harus menjadi momentum percepatan transformasi nasional.

Dalam arahan internal pada Selasa (23/3/2026), dua poin krusial menjadi sorotan utama: jaminan pendidikan luring (tatap muka) dan efisiensi radikal birokrasi.

​Prioritas Utama: Cegah Learning Loss

Menindaklanjuti arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna, Menko PMK menginstruksikan jajaran di bawah koordinasinya untuk memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan normal.

Baca Juga:Abad Kedua NU: Kiai Aziz Hakim Serukan ‘Jihad Baru’ Lawan Sampah dan Krisis Moral di CirebonEkonomi Indonesia Kebal Guncangan? Strategi 'Shock Absorber' Prabowo-Airlangga di Tengah Perang AS-Israel-Iran

Meskipun sempat muncul wacana metode hybrid, pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran daring bukan merupakan urgensi saat ini.

​”Mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi urgensi. Kita harus mencegah terjadinya learning loss,” tegas Menko PMK di Jakarta.

​Fokus percepatan kualitas pendidikan nasional kini bertumpu pada tiga pilar:

1. ​Revitalisasi Sekolah: Perbaikan infrastruktur secara masif.

2. ​Sekolah Rakyat: Penguatan akses pendidikan dasar.

3. ​Sekolah Unggul Garuda: Standarisasi kualitas pendidikan berdaya saing global.

​Transformasi Kerja: Pangkas Dinas, Perkuat FWA

Selain sektor SDM, efisiensi birokrasi menjadi target transformasi berikutnya. Menko PMK menginstruksikan pemangkasan perjalanan dinas non-esensial dan optimalisasi pertemuan daring guna menghemat anggaran negara.

​Sebagai bagian dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pemerintah akan memberlakukan:

– ​Optimalisasi Rapat Virtual: Meminimalkan mobilitas fisik yang tidak mendesak.

– ​Flexible Working Arrangement (FWA): Penerapan pola kerja fleksibel yang terukur untuk efektivitas kerja.

– ​Akselerasi Swasembada: Mempercepat target mandiri pangan dan energi sesuai arahan Presiden.

​”Pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM harus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien. Ini prioritas, ini utama,” tegasnya.(*)

0 Komentar