Prabowo Bongkar Rahasia Indonesia Masuk 'Board of Peace', Siap Angkat Kaki jika Palestina Dirugikan

Prabowo-Subianto
Presiden Prabowo Subianto diskusi intens di Hambalang mengenai Board of Peace dan kemerdekaan Palestina bersama jurnalis senior. Foto: Humas Setneg RI

CIREBONINSIDER.COM -​ Presiden Prabowo Subianto akhirnya membedah tabir diplomasi di balik keputusan krusial Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Dalam sebuah diskusi mendalam yang berlangsung hingga dini hari di Hambalang, Selasa (17/3/2026), Presiden menegaskan bahwa keberadaan Indonesia di dalam BoP adalah strategi “orang dalam” demi mengawal kemerdekaan penuh Palestina.

​Di hadapan tokoh pers dan pakar seperti Najwa Shihab, Retno Pinasti, hingga ekonom Chatib Basri, Prabowo mengungkapkan kronologi pertemuan rahasia yang melibatkan Presiden AS Donald Trump dan tujuh pemimpin negara Muslim lainnya.

Baca Juga:Prabowo 'Gedor' Danantara: Perintahkan 100 GW Energi Surya dan Ultimatum Swasembada 4 Tahun!Nasib Keberangkatan Haji 22 April di Ujung Tanduk: Presiden Prabowo Siapkan Skenario Darurat Geopolitik

​Lobi 21 Poin dan Peran Donald Trump

​Langkah besar ini bermula pasca pidato tegas Prabowo di Sidang Umum PBB, September 2025.

Tak lama berselang, Prabowo bersama pemimpin dari Arab Saudi, Turki, Qatar, hingga Mesir diundang oleh Donald Trump untuk membedah 21-point plan—sebuah proposal perdamaian berkelanjutan untuk Gaza.

​Prabowo menyoroti poin ke-19 dan ke-20 dalam proposal tersebut yang menjanjikan jalan bagi Palestina menjadi bangsa mandiri.

​”Kita lihat poin 19 dan 20 ada peluang, meskipun kecil. Akhirnya, lewat lobi-lobi intens, kita berdelapan (negara Muslim) sepakat untuk mendukung rencana ini,” ujar Prabowo, sebagaimana dikutip dari rekaman diskusi yang dirilis Kamis (19/3/2026).

​Pesan Tegas untuk Netanyahu

​Satu momen krusial yang diungkap Prabowo adalah saat para pemimpin negara Muslim menunjuk Emir Qatar sebagai juru bicara di depan Trump.

Mereka menyampaikan pesan tanpa kompromi: “Masalahnya bukan pada kami, tapi pada Perdana Menteri Israel, Netanyahu.”

​Menanggapi hal itu, Trump disebut secara personal menjamin bahwa urusan PM Israel adalah tanggung jawabnya, asalkan blok negara Muslim mendukung rencana perdamaian tersebut.

Baca Juga:Diplomasi 'Kursi Panas' Prabowo di Davos: Kawal Board of Peace Trump demi Kedaulatan PalestinaPresiden Prabowo dan Donald Trump  Sepakat Soal Tarif Impor, Apa Untungnya bagi Indonesia?

Dinamika inilah yang kemudian melahirkan pembentukan BoP yang kini diadopsi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

​Strategi ‘Orang Dalam’: Berjuang atau Pergi

​Menariknya, Prabowo menggunakan logika pragmatis-kritis dalam posisi Indonesia. Menurutnya, berjuang dari dalam sistem jauh lebih efektif daripada sekadar menjadi penonton dari luar.

​”Kalau kita di dalam, kita punya ruang untuk memengaruhi kebijakan agar berpihak pada kepentingan Palestina. Di luar BoP, kita kehilangan daya tawar,” tegas Kepala Negara.

0 Komentar