Strategi "Libur Dibayar": Tukang Becak Cirebon Terima Rp1,4 Juta demi Kelancaran Mudik 2026

Gubernur-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan uang kompensasi Rp1,4 juta kepada tukang becak Cirebon di Polsek Gempol. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM– Sebuah kebijakan progresif diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026. Ratusan pengemudi becak di Kabupaten Cirebon kini bisa bernapas lega.

Mereka resmi menerima kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang sebagai ganti rugi karena “cuti” beroperasi selama periode puncak arus mudik.

​Langkah ini diambil bukan sekadar untuk ketertiban, melainkan solusi atas dilema menahun: kehadiran kendaraan tidak bermotor di jalur utama yang seringkali menjadi titik sumbat (bottleneck) pemicu kemacetan parah di Pantura.

Baca Juga:Kuningan Jadi 'Paru-Paru' Rebana, Gubernur Dedi Mulyadi: Lebih Baik Banyak Pohon daripada UangLebih dari Posko: Jembatan Timbang Losarang Menjelma Jadi 'Oase' Mewah di Jalur Mudik Pantura 2026

​Solusi Win-Win: Macet Terurai, Dompet Terisi

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah upaya memanusiakan warga sekaligus menertibkan lalu lintas.

Dengan kompensasi ini, para pengemudi becak, sopir angkot, hingga kusir andong diminta untuk menepi sementara dari jalur protokol.

​”Kompensasi ini bertujuan mengurai kemacetan. Jalur yang biasanya digunakan untuk ‘ngetem’ kita sterilkan.

Sebagai gantinya, pemerintah hadir memberikan dukungan finansial agar mereka tetap bisa merayakan Idulfitri dengan layak tanpa harus bertaruh nyawa di tengah arus mudik,” ujar Dedi Mulyadi saat penyerahan dana di Polsek Gempol, Sabtu (14/3/2026).

​Program ambisius ini menyasar sekitar 5.000 pengemudi di seluruh Jawa Barat. Khusus wilayah Cirebon, sebanyak 557 tukang becak telah terdata sebagai penerima tahap awal, dengan potensi penambahan kuota melalui skema dana cadangan.

​Apresiasi Pusat: Model Baru Manajemen Arus Mudik

​Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang memantau langsung proses penyaluran, menyebut inisiatif ini sebagai model kolaborasi cerdas antara manajemen trafik dan jaring pengaman sosial.

​”Pemerintah pusat sangat mengapresiasi langkah Pak Gubernur. Ini solusi yang membantu semua pihak; pemudik mendapatkan kelancaran, dan ekonomi pengemudi becak tetap terjaga meski tidak menarik penumpang,” ungkap Dudy.

Baca Juga:Cirebon Bukan Lagi Kota Transit: Menpar Widiyanti "Bedah" Kesiapan Keraton dan Stasiun Jelang Mudik 2026Pantura Indramayu Siaga Satu! Strategi ‘Double-Layer’ Dishub dan Polres Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

​Senada, Bupati Cirebon Imron menilai kebijakan ini sangat menyentuh akar rumput. Selama ini, para pengemudi becak kerap terjepit antara aturan larangan jalan dan kebutuhan dapur yang mendesak menjelang lebaran.

​”Program ini sangat membantu. Mereka tetap berpenghasilan meski sementara tidak beroperasi. Ini bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan hidup di jalanan,” tutur Imron.(*)

0 Komentar