CIREBONIfNSIDER.COM – Menjelang momentum mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota Cirebon melakukan langkah preventif besar-besaran untuk menjamin keselamatan penumpang.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin langsung inspeksi keselamatan (ramp check) armada transportasi di Terminal Tipe A Harjamukti, Rabu (11/3/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat kesiapan Cirebon sebagai titik simpul krusial di jalur Pantura.
Baca Juga:Strategi Mudik 2026: Lucky Hakim Perketat Pengamanan Jalur Pantura IndramayuCirebon Siaga Ganda: Strategi Mudik Lebaran 2026 dan Misi Penyelamatan Korban TPPO China
Fokus utama inspeksi tidak hanya pada kelaikan mesin, tetapi juga memastikan kesiapan fisik pengemudi agar risiko kecelakaan dapat ditekan hingga titik nol (zero accident).
Ketegasan di Terminal Harjamukti: Kelaikan adalah Harga Mati
Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota didampingi Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, serta jajaran Dinas Perhubungan (Dishub).
Sebanyak 120 armada yang disiapkan untuk rute lintas provinsi menjadi objek penyisiran teknis.
”Alhamdulillah, hasil pemeriksaan sementara sangat positif. Baik bus reguler maupun pariwisata dalam kondisi prima, baik dari sisi administrasi maupun fisik. Pengemudi juga sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak tugas,” tegas Effendi Edo di area keberangkatan bus.
Namun, Pemkot Cirebon memberikan peringatan keras: jika dalam pengecekan lanjutan ditemukan armada atau pengemudi yang tidak memenuhi standar Kementerian Perhubungan, izin operasional akan langsung dicabut di tempat.
Kejar Target H-2: Dari Lubang Jalan hingga PJU Kalijaga
Selain aspek transportasi, infrastruktur jalan menjadi sorotan kritis. Pemkot Cirebon saat ini tengah mengebut perbaikan lubang di jalur nasional, provinsi, maupun jalan kota dengan target rampung pada H-2 Lebaran.
Isu krusial seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam juga mulai ditangani. Tercatat ada sekitar 60 titik PJU yang dalam proses perbaikan intensif.
Baca Juga:Taktik Baru Wali Kota Effendi Edo, Cirebon Incar Skema 'Creative Financing' demi Akselerasi Jalan MulusSetahun Kepemimpinan Edo-Farida: Mahasiswa Tagih Janji 'Cirebon SETARA', Wali Kota Jawab Kritik dengan Aksi
”Kami terus berkoordinasi dengan kementerian untuk jalur nasional dan provinsi. Dalam waktu dekat semuanya harus aktif kembali, terutama di area kritis seperti Kalijaga yang menjadi titik rawan,” tambah Wali Kota.
Fasilitas ‘Rest & Relax’ di Tol Palikanci
Sinergi pengamanan juga datang dari kepolisian. Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, telah memetakan titik lelah dan kepadatan di jalur arteri Pantura.
Rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan titik putar balik (u-turn), akan diterapkan secara situasional untuk meminimalkan hambatan.
