Melawan "Hantu" Pinjol dari Ruang Tamu: Sinergi Fatayat NU-Pemkot Cirebon Perkuat Benteng Finansial Perempuan

Wakil-Wali-Kota-Cirevon-Siti-Farida
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati saat memberikan edukasi literasi keuangan bersama PC Fatayat NU dan OJK Cirebon guna cegah pinjol ilegal. Foto: Humas Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Di balik kemudahan layar ponsel pintar, tersimpan ancaman nyata yang kini mengintai ruang privasi keluarga: Pinjaman Online (Pinjol) ilegal dan investasi bodong bermodus syariah.

​Menyikapi fenomena ini, Pemerintah Kota Cirebon bersama PC Fatayat NU dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah taktis melalui agenda edukasi bertajuk “Women in Finance: Building a Secure Financial Future” di Cirebon, Kamis (5/3/2026).

​Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa literasi keuangan bagi perempuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kedaulatan ekonomi rumah tangga.

Baca Juga:Putus Mata Rantai Rentenir, OJK dan Pemkab Cirebon ‘Suntik’ Literasi Keuangan Nelayan GebangGebrakan Literasi di Cirebon: Metode TaRL Jadi Senjata Guru Atasi Siswa Sulit Membaca

​Perempuan: Manajer Utama di Tengah Badai Digital

​Siti Farida menyoroti peran ganda perempuan sebagai “Menteri Keuangan” sekaligus manajer krisis. Menurutnya, di tangan perempuanlah setiap rupiah dipertaruhkan untuk masa depan anak dan stabilitas sosial.

​”Kita harus jujur, godaan finansial sekarang masuk lewat ponsel di genggaman. Pinjol ilegal itu seperti hantu; prosesnya mudah, hanya butuh KTP, tapi bunganya mencekik dan penagihannya merampas ketenangan hidup,” ujar Siti Farida dengan nada lugas.

​Ia menambahkan, program GERAK Syariah menjadi instrumen penting untuk membumikan ekonomi yang adil, transparan, dan membawa kemaslahatan, sekaligus membentengi warga dari investasi palsu yang kerap mencatut label agama.

​Visi “Tawazun” sebagai Perisai Pengetahuan

​Kehadiran OJK dalam kolaborasi ini disebut sebagai perisai pengetahuan. Sebagai kader yang memegang teguh nilai Aswaja (Ahlu Sunnah Wal Jamaah), Fatayat NU didorong untuk memiliki sikap Tawazun atau keseimbangan dalam mengelola harta.

​”Kalau ibunya cerdas finansial, pendidikan anak lebih terjamin dan jeratan kemiskinan akibat kesalahan pengelolaan utang bisa kita putus sejak dari akar,” tambahnya.​Transformasi Gaya Hidup: Dari Konsumtif ke Produktif

​Senada dengan pemerintah, Ketua PC Fatayat NU Kota Cirebon, Nur Akhadah, mengajak para kadernya untuk melakukan transformasi gaya hidup.

Ia menekankan pentingnya beralih dari perilaku konsumtif belanja online menuju pengelolaan dana darurat yang taktis.

Baca Juga:Najhah Barnamij Nakhodai Fatayat NU Kabupaten Cirebon untuk Rejuvenasi Kepemimpinan PerempuanNasib BPR Bank Cirebon di Ujung Tanduk, Izin Dicabut OJK, DPRD Desak Perombakan Total Direksi

​3 Pilar Ketahanan Finansial Keluarga ala Fatayat NU:

1. ​Identifikasi Utang: Menghindari utang konsumtif yang merusak arus kas.

0 Komentar