CIREBONINSIDER.COM– Wajah pendidikan menengah di Jawa Barat mulai bergeser ke arah digitalisasi total. Hal ini ditegaskan saat Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung implementasi kurikulum masa depan di SMP Santo Yusuf, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).
Didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, Wapres Gibran menyaksikan bagaimana hobi bermain game dan ketertarikan pada robotika bertransformasi menjadi prestasi nyata yang diakui dunia.
E-Sport Bukan Sekadar Main Game
Di tengah keriuhan aula sekolah, Gibran berinteraksi dengan siswa yang tengah asyik mengasah strategi dalam ekskul E-sport Mobile Legends.
Baca Juga:33 Tahun Belajar Hanya Dapat 8 Pelajaran? Rahasia "Kurikulum Hidup" Hatim Al-Asham yang Getarkan HatiAnggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp769,1 T: Taruhan Digitalisasi dan Akhir Era 'Guru Honorer Terabaikan'?
Wapres yang dikenal suportif terhadap industri kreatif digital ini menantang para siswa untuk melompat lebih tinggi.
”Terus kembangkan. Bukan hanya sekadar di ekstrakurikuler, tetapi juga harus berani ikut lombanya di tingkat nasional,” tegas Gibran memberi motivasi.
Kepala Sekolah SMP Santo Yusuf, Markus Edy Sulisman, mengungkapkan bahwa wadah ini telah berjalan selama dua tahun. Hasilnya bukan main-main; sederet trofi dari level lokal hingga internasional telah berhasil diraih.
“Banyak anak suka main game, maka hobi tersebut kita wadahi karena ini bagian dari talenta mereka,” jelas Markus.
Inovasi IoT: Solusi Nyata Keamanan Publik
Namun, sorotan utama bukan hanya pada layar ponsel. Gibran tampak terpukau saat meninjau karya berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) hasil kreativitas siswa.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah maket Palang Pintu Kereta Api Otomatis karya Satria, siswa kelas 9. Inovasi ini lahir dari kegelisahan terhadap tingginya angka kecelakaan di perlintasan tanpa penjaga.
– Masalah: Perlintasan kereta api di jalan kecil seringkali tidak terjaga.
– Solusi: Menggunakan teknologi sensorik untuk mendeteksi kedatangan kereta dan menutup palang secara otomatis.
– Harapan: “Semoga ini bisa menginspirasi untuk keamanan publik,” tutur Satria.
Baca Juga:Bukan Cuma UMP, Dedi Mulyadi Siapkan Senjata Pendidikan dan Rumah Gratis untuk Buruh JabarSiswa Jabar Dilarang Bawa Motor Mulai 2026: Wajib Teken Materai, Disdik Siapkan Angkutan Abonemen
Inovasi unik lainnya yang sempat viral adalah jemuran baju otomatis. Dilengkapi sensor hujan, jemuran ini mampu menutup dan menarik pakaian secara mandiri saat cuaca memburuk.
Digitalisasi Jadi Syarat Kelulusan
Langkah SMP Santo Yusuf terbilang berani dalam memajukan literasi digital. Humas sekolah, Didit Triono, menjelaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.
