Bukan Sekadar Makan Gratis: Siasat "Protein Pesisir" Siti Farida Tekan Stunting di Cirebon

Wakil-Wali-Kota-Cirevon-Siti-Farida
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati memberikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita stunting di Kelurahan Kebonbaru. Foto: Humas Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM– Di tengah akselerasi program nasional, Pemerintah Kota Cirebon melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) melakukan intervensi tajam di Kelurahan Kebonbaru, Kamis (5/3/2026).

Langkah ini bukan sekadar bagi-bagi nasi kotak, melainkan upaya sistematis mengunci “masa emas” balita melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal.

​Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan.

Baca Juga:42,3% Remaja Putri Cirebon Anemia, Pemkot "Perang" Lawan Stunting dari HuluPemkot Cirebon Tagih Komitmen CSR Perusahaan untuk Tuntaskan Stunting

Menurutnya, stunting adalah sinyal bahaya yang menunjukkan fondasi otak anak sedang dipertaruhkan.

​Investasi Otak di 1.000 Hari Pertama

​Dalam arahannya yang persuasif, Siti Farida mengingatkan para orang tua bahwa jendela kesempatan anak hanya terbuka lebar pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

​”Anak adalah amanah. Di masa inilah fondasi kecerdasan dan ketahanan tubuh dibangun. Jika fondasinya kokoh, anak akan tumbuh cekatan dan mudah menangkap pelajaran. Sebaliknya, jika terlewat, dampaknya permanen,” ujar Farida.

​Ia menjelaskan bahwa paket MBG yang dibagikan hari ini telah melewati perhitungan gizi presisi.

Fokusnya bukan pada karbohidrat berlebih, melainkan pada asupan protein hewani dan mikronutrien yang mampu menstimulasi sel-sel otak balita.

​Membedah “Pangan Super” Khas Cirebon

​Salah satu poin kritis yang diangkat Farida adalah pemanfaatan potensi geografis. Sebagai kota pesisir, Cirebon memiliki akses melimpah terhadap ikan dan telur—dua sumber protein yang ia sebut sebagai “pangan super”.

​”Gizi berkualitas tidak harus mahal. Kita punya kekayaan laut yang luar biasa. Ikan dan telur adalah kunci. Tantangannya hanya satu: konsistensi dan kreativitas orang tua dalam menyajikannya,” tambahnya.

Baca Juga:Stunting Sumedang Turun 6,74%, Wabup Fajar Aldila: Bukan Cuma Program, TPPS Harus Terus KawalJauh Lampaui Target: Indramayu Catat Angka Stunting 9,8%, Terendah di Jawa Barat dan Diganjar Penghargaan

​Langkah edukasi ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada produk instan, melainkan kembali ke bahan segar yang tersedia di pasar-pasar lokal Cirebon.

​Lubang Bocor Nutrisi: Sanitasi dan Lingkungan

​Secara tajam, Siti Farida juga menyoroti variabel yang sering terlupakan: kebersihan lingkungan.

Nutrisi semahal apa pun tidak akan terserap maksimal jika tubuh anak terus “berperang” melawan infeksi akibat lingkungan yang kotor.

​Farida mendesak warga Kebonbaru untuk lebih peduli pada sanitasi dan drainase rumah tangga.

0 Komentar